Anak Buah Purbaya Segel Outlet Tiffany, Cek Profil & Jejak Tiffany di Indonesia



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta melakukan penyegelan terhadap tiga gerai perhiasan mewah Tiffany & Co di Jakarta pada Rabu (11/2/2026). Berikut profil dan sepak terjang Tiffany di Indonesia.

Penyegelan gerai Tiffany & Co berlokasi di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place Jakarta. Hal ini karena adanya dugaan pelanggaran administrasi atas barang impor bernilai tinggi (high value goods).

Kepala Seksi Penindakan Kanwil Bea Cukai Jakarta, Siswo Kristyanto, mengatakan operasi ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap barang-barang bernilai tinggi yang diduga tidak seluruhnya diberitahukan dalam dokumen pemberitahuan impor barang (PIB).


“Kami dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta melakukan operasi terkait barang-barang high value goods, yaitu barang-barang bernilai tinggi yang kami duga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan pada pemberitahuan impor barang,” kata Siswo dalam keterangannya, Kamis (12/2).

Baca Juga: Mendikdasmen Wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris dari Kelas 3 SD Mulai 2027

Ia menjelaskan, penindakan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menggali potensi penerimaan negara, baik di bidang kepabeanan maupun cukai.

Menurut Siswo, pihaknya saat ini tengah mengumpulkan dan mencocokkan data barang yang ada di toko dengan dokumen impor yang telah dilaporkan perusahaan saat memasukkan barang ke Indonesia.

Apabila terbukti terjadi pelanggaran impor, perusahaan dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda hingga 1.000% dari nilai kepabeanan maupun pajak dalam rangka impor, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Untuk sementara, Bea Cukai melakukan penyegelan terhadap barang-barang yang berada di brankas toko serta gerai terkait.

Pihak manajemen atau pemilik usaha diminta memberikan penjelasan secara rinci kepada Kantor Bea Cukai mengenai status impor dan pembayaran pungutan negara atas barang-barang tersebut.

Siswo menegaskan, tidak menutup kemungkinan penindakan serupa akan diperluas ke gerai perhiasan mewah lainnya di Jakarta.

Tonton: Perputaran Uang Haji Rp 40 Triliun, Pemerintah Dorong Transaksi dengan QRIS

Profil Tiffany

Tiffany & Co merupakan perusahaan perhiasan asal Amerika Serikat yang didirikan pada 1837 oleh Charles Lewis Tiffany dan John B. Young.

Perusahaan ini dikenal dengan koleksi perhiasan berlian, perak sterling, serta berbagai produk mewah lainnya. Sejak 2021, Tiffany & Co menjadi bagian dari grup barang mewah LVMH.

Pada 1853, Charles Tiffany mengambil alih kendali penuh dan mengubah fokus bisnis kepada perhiasan, serta menggunakan nama Tiffany & Company.

Perusahaan cepat berkembang menuju industri barang mewah, terkenal dengan perhiasan berlian, perak, dan desain ikoniknya. Tiffany memperkenalkan standar perak .925 sterling silver yang kemudian menjadi acuan global dalam kualitas perhiasan.

Tiffany beroperasi secara global dan melayani pasar di berbagai kawasan seperti:

  • Amerika Utara
  • Asia-Pasifik
  • Eropa
  • Jepang
  • Amerika Latin
  • dan sejumlah pasar berkembang lainnya
Tonton: Prabowo akan Teken Kesepakatan Tarif Trump Pekan Depan

Perusahaan memiliki ratusan toko fisik di seluruh dunia — lebih dari 300 lokasi di banyak negara — serta penjualan melalui platform online dan distribusi melalui mitra terotorisasi.

Merujuk laporan kinerja tahun 2025, setelah bergabung dengan LVMH, penjualan Tiffany & Co diperkirakan mencapai sekitar €5,5 miliar (± US$6 miliar) secara global.

Tiffany & Co. memiliki kehadiran retail di Indonesia, terutama di Jakarta:

Toko-toko resmi Tiffany di Jakarta meliputi:

  • Pacific Place Mall, SCBD, Jakarta
  • Plaza Indonesia Mall, Jakarta
  • Plaza Senayan, Jakarta
Selain itu, produk Tiffany juga sering tersedia di area duty free (misalnya di Bandara Bali) dan melalui platform e-commerce resmi/ZALORA Indonesia untuk koleksi tertentu.

Tambang Emas Martabe Berpotensi Beroperasi Lagi, Investor Dapat Kepastian
© 2026 Konten oleh Kontan

Selanjutnya: Utang Membengkak, Moody's Pangkas Rating Indika (INDY) ke B1

Menarik Dibaca: Promo Es Krim Alfamart Spesial Valentine, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News