Anak Jepang 11 Tahun Ini Pecah Rekor Juara Asian Games 2026, Simak Rincian Olahraga!



KONTAN.CO.ID - Tokyo. Jepang memiliki pahlawan olahraga baru setelah Yuki Kurihara, atlet eSports berusia 11 tahun, meraih medali emas Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Kurihara mencetak sejarah setelah menjadi juara nomor Puyo Puyo Champions pada Sabtu (26/9/2026). Siswi sekolah dasar tersebut mengalahkan lawannya dengan skor telak 10-2 pada partai final yang berlangsung di tanah kelahirannya, Nagoya.

Mengutip AFP, Senin (28/9/2026), kemenangan tersebut menjadikan Kurihara sebagai peraih medali emas termuda dalam sejarah Asian Games.


Puyo Puyo Champions merupakan permainan puzzle yang mengharuskan pemain menyusun dan menghilangkan gumpalan berwarna dari layar dengan membuat kombinasi tertentu.

Kurihara tampil tenang sepanjang pertandingan. Bahkan, sejumlah laporan media Jepang menyebut atlet kelas lima sekolah dasar itu sempat menguap sebelum pertandingan dimulai.

Sports Hochi menyoroti penampilan Kurihara melalui tajuk yang menyebut "emas berusia sebelas tahun" serta menyoroti aksi kombo 15-chain yang ditampilkannya pada babak final.

Sementara itu, Sports Nippon memuji permainan Kurihara yang disebut "seperti dewa". Ia sempat tertinggal 1-0 sebelum bangkit dan memenangi final dengan penampilan dominan.

Baca Juga: Daftar Medali Indonesia di Asian Games 2026 per 27 September, Naik ke Posisi 14

Emas pertama Jepang dari eSports

Medali emas Kurihara juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Jepang. Gelar tersebut merupakan emas pertama Jepang di cabang eSports pada Asian Games.

Kurihara mulai memainkan Puyo Puyo sejak duduk di kelas satu sekolah dasar. Kemampuannya berkembang pesat hingga ia mulai mengikuti berbagai turnamen dan meraih kemenangan.

Pada April 2026, Kurihara memperoleh lisensi sebagai pemain profesional. Sejak itu, ia rutin berkompetisi dan mampu mengalahkan sejumlah pemain yang jauh lebih tua darinya.

Kurihara baru akan berusia 12 tahun pada Juni 2027. Selain menjadi peraih emas termuda dalam sejarah Asian Games, ia juga tercatat sebagai atlet termuda Jepang yang tampil di ajang tersebut.

Tonton: Hedge Fund Hampir Kolaps, Bank Wall Street Ikut Diperiksa

Suka makan belut sebelum bertanding

Di balik ketenangannya saat bertanding, Kurihara memiliki kebiasaan sederhana sebelum mengikuti kompetisi. Ia mengaku senang menyantap belut sebelum pertandingan.

Usai memastikan medali emas, Kurihara justru mengaku merasa "malu". Meski demikian, ia menyebut medali yang diraihnya sangat indah, berkilau, dan terasa berat.

Ketika ditanya mengenai penggunaan uang hadiah dari Asian Games, jawaban Kurihara juga cukup polos.

"Saya suka barang-barang berkilauan jadi saya ingin membeli beberapa batu permata," ujarnya.

Kurihara menyebut dirinya menyukai batu permata berwarna biru.

Di luar eSports, atlet muda tersebut ternyata memiliki cita-cita yang berbeda. Ia bermimpi menjadi seorang masinis kereta api. 

Baca Juga: Afghanistan Klaim 28 Pejuang Tewas, Pakistan Bantah Terlibat  

Mengenal game Puyo Puyo

Puyo Puyo merupakan gim puzzle kompetitif yang dikembangkan oleh perusahaan asal Jepang, Compile, dan pertama kali dirilis pada 1991. Gim ini memiliki konsep permainan yang sekilas mirip dengan Tetris, tetapi menggunakan karakter berbentuk gumpalan berwarna yang disebut Puyo.

Dalam pertandingan, pemain harus menjatuhkan dan menyusun Puyo dengan warna yang sama. Empat atau lebih Puyo dengan warna identik yang saling terhubung akan menghilang ketika pemain berhasil membuat kombinasi.

Pemain kemudian dapat menciptakan chain, yakni rangkaian kombinasi beruntun yang terjadi ketika Puyo yang jatuh setelah kombinasi pertama menyebabkan kelompok Puyo lain ikut menghilang.

Semakin panjang rangkaian chain, semakin besar pula serangan yang dapat diberikan kepada lawan. Mekanisme tersebut membuat Puyo Puyo bukan sekadar permainan mencocokkan warna, tetapi juga membutuhkan kecepatan berpikir, kemampuan membaca susunan Puyo, serta strategi untuk membangun kombinasi.

Dalam mode kompetitif, pemain tidak hanya berusaha membersihkan layar sendiri. Mereka juga harus mengatur susunan Puyo untuk menghasilkan serangan sekaligus mengantisipasi serangan lawan.

Nomor yang dipertandingkan Kurihara adalah Puyo Puyo Champions, versi yang dirancang untuk permainan kompetitif dan menjadi bagian dari cabang eSports pada Asian Games 2026. Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/09/27/133209270/cetak-sejarah-siswa-sd-jepang-raih-emas-asian-games-2026.   

AI Bisa Belanja untuk Anda, Tapi Bank Peringatkan Risiko Besar
© 2026 Konten oleh Kontan