JAKARTA. Sektor perkebunan nasional masih banyak menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar. Tantangan dari luar misalnya, kampanye negatif soal sawit Indonesia yang dinilai merusak kelestarian lingkungan. Sedangkan tantangan dari dalam negeri antara lain, sikap generasi muda yang enggan terjun ke sektor perkebunan. Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara Herawati menyebutkan, banyak remaja di Indonesia khususnya yang tinggal di perkotaan kurang mengenal keunggulan dari nilai ekonomis kelapa sawit. Justru, "Mereka terpengaruh atas gencarnya kampanye negatif atau persepsi buruk tentang kelapa sawit yang merusak lingkungan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KONTAN, Senin (4/5). Sementara hal yang sama terjadi di komoditas lada. “Sebagian besar orang yang bekerja di kebun lada telah berumur di atas 40 tahun," aku Kelapa Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Ediyanto. Mirisnya, anak-anak petani yang sudah mendapatkan pendidikan tinggi justru enggan untuk kembali ke kebun.
Anak muda enggan terjun ke sektor perkebunan
JAKARTA. Sektor perkebunan nasional masih banyak menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar. Tantangan dari luar misalnya, kampanye negatif soal sawit Indonesia yang dinilai merusak kelestarian lingkungan. Sedangkan tantangan dari dalam negeri antara lain, sikap generasi muda yang enggan terjun ke sektor perkebunan. Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara Herawati menyebutkan, banyak remaja di Indonesia khususnya yang tinggal di perkotaan kurang mengenal keunggulan dari nilai ekonomis kelapa sawit. Justru, "Mereka terpengaruh atas gencarnya kampanye negatif atau persepsi buruk tentang kelapa sawit yang merusak lingkungan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KONTAN, Senin (4/5). Sementara hal yang sama terjadi di komoditas lada. “Sebagian besar orang yang bekerja di kebun lada telah berumur di atas 40 tahun," aku Kelapa Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Ediyanto. Mirisnya, anak-anak petani yang sudah mendapatkan pendidikan tinggi justru enggan untuk kembali ke kebun.