Anak Usaha ABMM Gabung IDX Carbon, Proyek Biogas Sukadamai Jadi Sumber Kredit Karbon



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengembangan pasar karbon nasional semakin menunjukkan progres dengan keterlibatan pelaku usaha di platform perdagangan karbon. Sejak Februari 2026, PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), resmi berpartisipasi dalam platform perdagangan karbon IDX Carbon. 

Langkah ini menegaskan posisi NBE sebagai salah satu pelaku swasta pionir dalam pengembangan kredit karbon berbasis pengelolaan limbah sawit.

Partisipasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membuka peluang monetisasi pengurangan emisi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi karbon domestik. Public expose terkait partisipasi ini telah dilaksanakan pada 12 Februari 2026, menandai langkah strategis NBE dalam pengembangan pasar karbon nasional.


Direktur PT Nagata Bio Energi (NBE), Doni Syamsurianto menyampaikan bahwa sumber kredit karbon yang dikembangkan NBE berasal dari Sukadamai Biogas Project yang berlokasi di Desa Suka Damai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

Dulu, limbah cair sawit di sekitar Desa Suka Damai kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan. Bau menyengat dan kekhawatiran pencemaran menjadi bagian dari keseharian masyarakat. 

Baca Juga: Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

“Namun kini, situasinya berangsur berubah. Limbah yang sama justru menjadi sumber energi listrik, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga sekitar,” ungkap Doni, dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026). 

Sejak 2015 NBE berfokus mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah organik, khususnya Palm Oil Mill Effluent (POME). Melalui pendekatan teknologi dan pemberdayaan komunitas, NBE mendorong terciptanya ekonomi hijau yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia serta berkontribusi pada upaya dekarbonisasi menuju target net zero emission 2060.

Sebagai pengembang Sukadamai Biogas Project, NBE mengolah limbah cair sawit murni menjadi gas metana yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik bersih. 

Fasilitas yang telah beroperasi komersial sejak Agustus 2020 ini dijalankan melalui skema kemitraan Build–Operate–Transfer (BOT) selama 15 tahun dengan perusahaan mitra pemasok POME.

Dalam operasionalnya, rata-rata proyek ini mengolah sekitar 129.331 meter kubik POME setiap tahun melalui proses konversi POME menjadi biogas dan selanjutnya menjadi energi terbarukan. 

Listrik hijau yang dihasilkan mencapai 30.244 MWh selama periode tiga tahun dan dipasok secara stabil selama 24 jam ke jaringan PLN sebagai offtaker, memperkuat kontribusi energi bersih di sistem kelistrikan nasional.

Baca Juga: Indonesia Siap Unjuk Peran dalam Perkembangan Karbon di Ajang CDC 2025

Di sisi lingkungan, dampak yang dihasilkan juga signifikan. Sepanjang periode 2021 hingga 2023, Sukadamai Biogas Project mencatatkan verified emission reductions sebesar 121.919 ton CO2, dengan rata-rata penurunan emisi tahunan mencapai 40.638 ton CO2. 

“Jumlah ini setara dengan emisi tahunan lebih dari 8.000 kendaraan penumpang berbahan bakar bensin. Capaian tersebut setara dengan 82% dari total proyeksi reduksi emisi yang ditargetkan sebesar 147.456 ton CO2. Kontribusi penurunan emisi berasal dari pengelolaan limbah dan substitusi energi fosil melalui biogas,” jelasnya. 

Transformasi limbah menjadi energi dinilai mampu menciptakan nilai tambah berlapis, mulai dari pengurangan pencemaran, penyediaan energi bersih, hingga peluang ekonomi di tingkat lokal.

Sebagai bagian dari ABM Group, inisiatif yang dijalankan NBE mempertegas komitmen perusahaan dalam memperkuat portofolio bisnis berkelanjutan, mendorong transisi energi bersih, serta berkontribusi pada agenda penurunan emisi karbon Indonesia.

 Ke depan, model pengolahan limbah menjadi energi sekaligus kredit karbon ini ditargetkan dapat direplikasi di berbagai wilayah potensial lainnya, memperluas dampak positif bagi masyarakat sekaligus lingkungan, serta semakin memperdalam pasar karbon nasional.

Baca Juga: Bisnis Penyimpanan Karbon di Indonesia Masuk Fase Persiapan Implementasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News