Anak usaha ASII cari pinjaman US$ 150 juta



JAKARTA. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yakni PT Astra Sedaya Finance tengah mencari pinjaman hingga senilai US$ 150 juta. Pencarian pinjaman ini muncul setelah ASII sebagai induk mencari pinjaman sebesar US$ 200 juta atau lebih dari Rp 2,6 triliun.

Mengutip Globalcapital.com, sudah ada dua bank yang terlibat negosiasi terkait pinjaman sindikasi bertenor tiga tahun ini. Tidak disebutkan nama bank yang terlibat, tapi prosesnya sudah hampir dipastikan bisa berhasil.

Astra Sedaya bergerak pada bisnis pembiayaan. Awal Desember 2016, perseroan memperoleh rating BBB- dari lembaga pemeringkat Fitch. 


Catatan saja, kabarnya ada delapan bank yang bakal mengucurkan pinjaman sindikasi, yaitu ANZ, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Citi, HSBC, Mizuho, Oversea-Chinese banking Corp, Sumitomo Mitsui banking Corp dan United Overseas bank.

Pinjaman ini nantinya akan digunakan untuk operasional perseroan, dan sebagian lagi untuk keperluan refinancing.

Berdasarkan laporan keuangan ASII kuartal III-2016, utang bersih perseroan di luar anak usaha jasa keuangan tercatat Rp 36,4 triliun. Angka ini turun dibanding periode Desember 2015 yang sebesar Rp 43,55 triliun.

Rasio gearing perseroan pun turun menjadi 28% dari sebelumnya 34%. Selain karena turunnya jumlah utang bersih, penurunan rasio ini juga seiring dengan meningkatnya ekuitas ASII menjadi Rp 131,8 triliun dari sebelumnya Rp 126,53 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini