Anak usaha INTA raih utang Rp 100 miliar



JAKARTA. Anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang bergerak di bidang usaha pembiayaan alat berat, PT Intan Baruprana Finance (IBF), kembali mendapatkan dana eksternal.

Petrus Halim, Presiden Direktur INTA menuturkan, IBF telah meraih pinjaman senilai Rp 100 miliar dari PT Bank Mestika Dharma Tbk. Perjanjian pinjaman ditandatangani kedua belah pihak pada 24 September 2014 lalu.

"Bahwa atas transaksi pinjaman tersebut di atas, Perseroan dikecualikan untuk memenuhi ketentuan Transaksi Material dan perubahan kegiatan utama dikarenakan IBF menerima pinjaman langsung dari bank," terang Petrus dalam keterangan resmi, Jumat (26/9).


Ini adalah dana eksternal ketiga yang diraih IBF di tahun ini. Pada 24 Juni 2014, IBF juga meraih pinjaman senilai US$ 10 juta dari PT Bank ICB Bumiputera Tbk. Pinjaman ini bukan merupakan sumber dana pertama yang diperoleh IBF di tahun ini.

Pada Januari lalu, IBF juga telah menerbitkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 300 miliar. IBF memang menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp 1,6 triliun di tahun ini.

IBF, besar kemungkinan, bakal kembali mencari pendanaan baru melalui skema penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menyatakan, IBF akan melepas 20% saham melalui IPO.

IBF menggunakan laporan keuangan per 30 Juni 2014 sebagai dasar IPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie