Anak Usaha Jadi Penopang Laba Bank di Tengah Gejolak Ekonomi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya bank membesarkan anak usaha tampaknya telah membuahkan hasil positif tahun ini. Bank-bank besar mencatat kinerja anak usaha punya kontribusi yang cukup besar dalam kinerja konsolidasi.

Hal itu dicermati oleh Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet. Menurutnya, di tengah gejolak ekonomi seperti sekarang, anak usaha punya peran penting bagi bank.

Yusuf mencontohkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang anak usahanya tampil cemerlang pada kuartal pertama tahun ini.


Pada kuartal I-2026, BRI mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,5 triliun dengan 24,8% dari total itu mencakup porsi laba anak usaha.

Baca Juga: Anak Usaha Jadi Penopang Laba Bank-Bank Besar di Tengah Tekanan Margin

Dari sepuluh entitas anak yang dimiliki BRI, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan laba paling besar.

Pada kuartal I-2026, Pegadaian mencatatkan laba Rp 8,4 triliun, tumbuh 244% secara tahunan. Sedangkan, PNM mencatat laba sebesar Rp 1,1 triliun, naik 35% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Yusuf, perolehan entitas anak BRI tahun ini merupakan hasil dari persiapan ekosistem bisnis dari tahun-tahun sebelumnya. Yusuf juga melihat entitas anak usaha bank yang berpotensi melejit adalah entitas di sektor tertentu.

"Pertumbuhan sangat terkonsentrasi di Pegadaian dan PNM, yang bergerak di segmen ultra mikro dan pembiayaan berbasis agunan. Ini menunjukkan bahwa sinergi Holding Ultra Mikro yang dibangun sejak 2021 mulai matang," kata Yusuf saat dihubungi, Senin (4/5/2026).

Yusuf juga bilang, bank yang punya entitas anak usaha bisa menyediakan layanan yang lengkap bagi nasabahnya. Dalam satu grup yang sama, bank bisa menawarkan layanan seperti pembiayaan, asuransi, hingga investasi.

"Ini bukan hanya soal meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga nasabah tetap berada dalam ekosistem yang sama," ujarnya.

Baca Juga: BTN Andalkan Payroll untuk Genjot Dana Murah di Tengah Gejolak Ekonomi

Meski begitu, entitas anak juga tetap membawa risiko bagi bank. Pasalnya, jika sektor anak usaha bank juga sama rentannya terhadap gejolak ekonomi dan daya beli, maka bank bisa menanggung rugi yang lebih dalam.

Pengembangan entitas anak juga bukan hal yang instan. Bagi bank yang portofolio anak usahanya sudah matang dan terintegrasi, kinerja dari anak usaha bisa jadi penopang laba.

Akan tetapi, bagi bank yang masih dalam tahap konsolidasi, anak usaha justru bisa menjadi beban jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: