KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (
JSMR) mengumumkan transaksi afiliasi antar-anak usahanya berupa pemberian pinjaman pemegang saham (
shareholder loan) senilai Rp 6,54 triliun. Aksi korporasi ini dinilai sebatas restrukturisasi pendanaan internal untuk kebutuhan refinancing, sehingga diproyeksikan belum menjadi katalis langsung bagi peningkatan laba perseroan hingga akhir 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi afiliasi tersebut ditandatangani pada 17 September 2026.
Baca Juga: Folago Global (IRSX) Siapkan Rp 3,7 Triliun, Gelar Konser 15 Pertunjukan pada 2027 Anak usaha JSMR, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), memberikan pinjaman pemegang saham kepada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) sebesar Rp 6,54 triliun. Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan
bridging refinancing JJC pada tahun 2026 serta menopang operasional perusahaan. Secara proforma laporan posisi keuangan konsolidasi, transaksi ini memicu pengurangan saldo kas dan setara kas yang diikuti penambahan saldo piutang lain-lain sebesar Rp 6,54 triliun. Laporan proforma laba rugi konsolidasi menunjukkan tidak ada perubahan langsung pada pendapatan maupun beban perseroan. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, transaksi shareholder loan ini lebih tepat dilihat sebagai pembenahan struktur pendanaan internal grup, bukan pendorong pendapatan baru bagi JSMR. "Dampak jangka pendeknya cenderung netral terhadap laba, tetapi perlu diperhatikan dari sisi likuiditas dan opportunity cost karena JSMR mengalihkan dana kas dalam jumlah besar menjadi piutang," kata Nafan kepada Kontan, Selasa (22/9/2026). Catatan keuangan menunjukkan per Juni 2026 posisi kas JSMR berada di level Rp 7,08 triliun, sementara total liabilitas mencapai Rp 99,98 triliun disertai lonjakan utang bank jangka pendek. Meski demikian, kinerja operasional inti JSMR masih menunjukkan ketahanan. Sepanjang semester I 2026, pendapatan tol tumbuh sekitar 6,8% menjadi Rp 9,50 triliun dan laba bersih terangkat 2,01% menjadi Rp 1,91 triliun. Nafan menambahkan, pergerakan saham JSMR hingga akhir tahun 2026 bakal lebih sensitif terhadap pertumbuhan EBITDA serta arus kas jalan tol dibandingkan transaksi afiliasi ini.
Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Transaksi Shareholder Loan Rp 6,54 Triliun, Ini Tujuannya "Hingga akhir 2026, katalis utama JSMR tetap berasal dari pertumbuhan trafik, penyesuaian tarif, optimalisasi ruas eksisting, serta mulai beroperasinya sejumlah proyek baru," terang Nafan. Melihat ketahanan fundamental operasional tol yang terjaga di tengah risiko kenaikan leverage dan biaya bunga, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan
add untuk saham JSMR dengan target harga Rp 3.240 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News