Anak Usaha PGN Bawa Indonesia Jadi Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG Terbesar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Entitas anak PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), PT Perta Arun Gas (PAG) tercatat sebagai satu-satunya perusahaan yang berkontribusi dalam mendukung Indonesia meraih peringkat pertama sebagai Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG Terbesar (Largest Re-Export Loading Market LNG) di dunia. Capaian ini tercatat dalam laporan tahunan International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026 yang rilis pada awal Juli 2026.

Berdasarkan data dari laporan tersebut, Indonesia berada pada peringkat pertama dunia dengan volume pemuatan LNG mencapai 0,85 juta ton atau mengambil market share dunia sebesar 17,3%. Terminal Arun yang dioperasikan oleh PAG, afiliasi dari Subholding Gas Pertamina, berkontribusi membawa Indonesia unggul dari sejumlah negara besar lainnya.

Baca Juga: Tempo Scan (TSPC) Gandeng SBP Group Bentuk JV, Perkuat Lini Bisnis Farmasi Khusus


Presiden Direktur Perta Arun Gas, Yan Syukharial menyatakan bahwa hasil tersebut dapat tercapai seiring dengan pengembangan bisnis LNG Hub yang menjadi salah satu backbone business PAG.

“Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ungkap Yan melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (24/7/2026).

Selama periode 2025, PAG telah melaksanakan 49 kegiatan operasional yang terdiri dari 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, dan 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD). Realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 m³ dengan total energi sebesar 34.806.990 MMBTU (Million Metric British Thermal Units), reloading mencapai 1.162.429,49 m³ dengan besaran energi 27.016.005 MMBTU, serta GUCD mencapai 176.847,75 m³ dengan energi 4.107.643 MMBTU. 

Sepanjang tahun 2025, PAG memperoleh pendapatan sebesar US$ 105 juta. Pada periode yang sama, perusahaan yang berusia 13 tahun ini mencatatkan laba bersih sebesar US$ 25,1 juta.

"Kinerja ini juga membuktikan bahwa upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara positif di tengah tantangan yang ada," ujar Yan.

Selain menjadi satu-satunya operator PLB LNG di Indonesia, imbuh Yan, lokasi Terminal Arun yang dekat dengan pasar LNG di Asia Tenggara dan Asia Selatan juga menjadi nilai lebih. Lokasi wilayah operasional yang strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh dapat memudahkan penerimaan dan penyaluran pasokan LNG secara global.

Yan lantas menegaskan bahwa PAG berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan. "Sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," imbuh Yan.

Sebelumnya, IHS Markit sebagai salah satu lembaga internasional penyedia data, riset, dan analisis bisnis energi pada Agustus 2022 menobatkan PAG sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia. Yan menegaskan PAG akan terus menjaga pelaksanaan Health, Safety, Security & Environment (HSSE) untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PAG juga secara konsisten meningkatkan keandalan kilang dalam kinerja operasionalnya sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). "Kami juga akan barengi dengan inovasi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutup Yan.

Baca Juga: Bahtera Bumi (PGJO) Siap Genjot Bisnis Pelayaran, Tambah Dua Kapal Rp 62 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News