Analis: Buy untuk saham BSDE



JAKARTA. Meski industri properti di Tanah Air masih lesu, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diperkirakan masih akan tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan. Analis memprediksi, anak usaha Sinarmas Grup ini dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan double digit pada tahun ini.

Dari bulan Januari hingga Juni 2015, BSDE mencetak kenaikan pendapatan sebesar 37,8% year on year (yoy) dari Rp 2,4 triliun menjadi Rp 3,4 triliun. Namun laba bersihnya mengalami penurunan drastis sebesar 43% yoy dari Rp 2,6 triliun menjadi Rp 1,4 triliun.

Namun perlu dicatat, penurunan laba ini lebih disebabkan adanya extraordinary income yang diperoleh pada tahun lalu. Jadi, pada Semester I 2014 lalu, BSDE memperoleh keuntungan non-cash dari akuisisi saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) yang dilakukan di bawah harga pasar. Laba bersih investasi itu mencapai Rp 1,5 triliun. Sehingga, jika mengecualikan adanya laba investasi tersebut, laba bersih BSDE tumbuh sekitar 40% yoy.


Thendra Chrisnanda, Analis BNI Securities mengatakan, laba bersih BSDE memang sudah diantisipasi turun karena adanya pendapatan investasi dari PLIN. Dari sisi konsensus, kinerja BSDE berada di atas ekspektasi analis. Kinerja ini diprediksi bakal terus meningkat seiring dengan ekspansi BSDE di bisnis residensial. "Kinerjanya secara operasional masih in-line," ujar Thendra, Rabu (5/8).

Pada Semester I-2015, BSDE mencetak marjin laba kotor sebesar 76,4% atau naik 0,7 basis poin. Laba kotor dan laba usahanya masing-masing bertumbuh 38,8% yoy dan 47,6% yoy. Pada periode itu, realisasi marketing sales mencapai Rp 3,5 triliun atau naik 29.6% yoy. Tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp 7.5 triliun. Proyek residential tetap menjadi penyumbang terbesar dari marketing sales.

Maula Adini Putri, Analis Ciptadana Securities mengatakan, BSDE memiliki posisi kas yang kuat. Dibandingkan kompetitor lain, BSDE terlihat cukup agresif mengembangkan bisnis rumah tapaknya. BSDE tetap banyak memasarkan rumah tapak dengan harga di kisaran Rp 2,5 miliar. "Kami yakin BSDE tetap bisa memperoleh marketing sales sesuai target karena proyeknya masih terus berjalan," kata Maula.

Ia mengatakan, BSDE juga akan mendapat dampak positif dari pelonggaran aturan porsi pembiayaan bank alias loan to value (LTV) bagi kredit pemilikan rumah (KPR). Selain dana kas yang stabil, BSDE juga diuntungkan dengan jumlah land bank yang besar. Tahun ini, BSDE menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp 3.5 triliun hingga Rp 4.5 triliun untuk akuisisi lahan dan pengembangan proyek baru.

Thendra mengatakan, BSDE juga akan mendapat tambahan cuan di tahun depan dengan adanya convention centre terbesar di Indonesia, yakni Indonesia Convention Exhibition. "Walaupun di proyek ini BSDE tidak memiliki porsi mayoritas, tetapi tetap akan menambah pendapatan di tahun depan," ujar Thendra.

Di Semester II tahun ini, Thendra berharap ada perbaikan ekonomi makro dan penurunan suku bunga, sehingga tekanan di industri properti bakal sedikit mereda. Dengan tingkat rasio utang terhadap ekuitas yang masih di bawah satu kali, Thendra yakin, BSDE bakal lebih mudah menghadapi tekanan beban bunga.

Analis Panin Sekuritas, Fikri Syuhada, dalam risetnya Senin (3/8) lalu mengatakan, kinerja BSDE di Semester I melebihi ekspektasi. Sehingga, sampai akhir tahun ia memperkirakan BSDE bisa tumbuh 20,7% menjadi Rp 6,7 triliun dengan laba bersih Rp 2,3 miliar. "Kami menyukai BSDE karena konsisten mencapai target marketing sales," imbuh Fikri. Sementara Maula memperkirakan pendapatan BSDE tahun ini mencapai Rp 6,5 triliun dengan laba bersih Rp 3 triliun.

Karena pertumbuhan menarik, Maula memberi target harga Rp 2.240 yang mencerminkan Price to Earning Ratio (PER) sebesar 9,2 kali. Lalu Thendra memberi target harga Rp 2.260 dan Fikri memberi target harga Rp 2.250 yang mencerminkan PER 18,44 kali.

Ketiga analis itu merekomendasikan Buy saham BSDE. Pada perdagangan Rabu (5/8), saham BSDE ditutup naik 1,1% ke level Rp 1.840 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News