Analis: Data pekerja AS menyeret pelemahan dollar



JAKARTA. Rupiah mulai bangkit di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg, Senin (5/10) rupiah menguat ke Rp 14.560 per dollar AS atau 0,59% dari sebelumnya Rp 14.646 per dollar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) rupiah pun menguat ke Rp 14.604 per dollar AS atau 0,71% dari sebelumnya Rp 14.709 per dollar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, nilai tukar dollar AS terdepresiasi terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia setelah angka pertambahan tenaga kerja Amerika Serikat non manufaktur periode September lebih rendah dari pencapaian bulan sebelumnya.


"Menurunnya data Amerika Serikat itu membuat optimisme kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat ini cenderung tergerus," katanya dikutip dari Antara.

Dari dalam negeri, lanjut dia, nilai tukar rupiah juga mendapat dorongan dari paket kebijakan ekonomi jilid III yang akan dikeluarkan pemerintah, dikabarkan paket jilid III itu akan fokus untuk mendorong daya beli masyarakat dengan melakukan pemangkasan harga BBM oleh Pertamina.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan, pelemahan pada sejumlah data-data Amerika Serikat yang dibarengi dengan kembali naiknya harga minyak mentah dunia menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.

Penguatan mata uang rupiah, lanjut dia, juga memperlihatkan mulai adanya optimisme pasar terhadap perekonomian domestik. Diharapkan optmisme itu berlanjut menyusul pemerintah yang cukup aktif mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menjaga perekonomian domestik.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa sebagian pelaku pasar uang juga masih melirik aset di negara-negara berkembang menyusul menurunnya harapan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat.

"Bank sentral AS (The Fed) diperkirakan belum akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat, situasi membuat aset di negara berkembang dinilai masih menarik," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News