Analis: Disokong bisnis data, saham telko masih prospektif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun lalu, kontribusi segmen data dan internet pada pendapatan emiten telekomunikasi kian membesar. Analis memproyeksi tren ini masih akan berlanjut pada tahun ini, seiring banyak faktor pendukung.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam laporan keuangan tahun 2017, mencatat kontribusi layanan data, internet, dan jasa IT naik dari sebelumnya 37% menjadi 43,2% terhadap total pendapatan perusahaan.

Sementara, pendapatan segmen data EXCL meningkat signifikan 61% dari sebelumnya Rp 8,13 triliun menjadi Rp 13,09 triliun pada 2017. Porsi pendapatan data ini berkontribusi 57,24% dari pendapatan kseluruhan XL.


Analia Mirae Asset Sekuritas Giovanni Dustin menjelaskan, tren pendapatan emiten telekomunikasi memang telah bergeser. Ke depannya, segmen layanan data akan terus memberi kontribusi paling besar ketimbang layanan telepon dan SMS yang kian menyusut.

Apalagi, saat ini penetrasi penggunaan data pada seluruh pelanggan ketiga emiten telekomunikasi sudah mencapai 53%. "Jumlahnya akan terus meningkat, terutama seiring perluasan infrastruktur penunjang di luar Pulau Jawa," ujarnya.

Analis Ciptadana Sekuritas Niko Margaronis, dalam riset 23 Maret 2018, menyebut tren konsumsi data masyarakat Indonesia setiap bulan meningkat dari 1,7 gigabite (GB) menjadi 2,4 GB per pelanggan. Apalagi, perhelatan pemilihan umum kepada daerah (Pilkada) tahun ini juga akan menambah penggunaan data.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Josscarios Jonathan memproyeksi, lonjakan penggunaan data di daerah-daerah yang melaksanakan Pilkada bisa mencapai 14%-15%. "Penggunaan data bakal makin tinggi seiring peningkatan penggunaan media sosial dan perkembangan IoT di tahun ini,” katanya.

Tahun ini, Giovanni optimistis TLKM masih akan jadi emiten unggul di sektornya. Dalam jangka panjang, ia meyakini ke depan, pelanggan akan tetap memilih kualitas ketimbang harga murah untuk paket data. Dari segi infrastruktur, ia meyakini belum ada emiten yang mampu mengejar TLKM.

Ia memproyeksi, TLKM akan meraih pendapatan sebesar Rp 138,52 triliun dan laba bersih Rp 24,33 triliun pada akhir 2018. Ia merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp 5.000 per saham. Senada, Niko juga masih merekomendasikan TLKM di antara emiten lainnya. Ia merekomendasikan beli dengan target harga Rp 4.900 per saham.

Sementara, Josscarios lebih memilih EXCL sebagai unggulan untuk tahun ini. Menurutnya, emiten ini sangat gencar dan cepat berekspansi ke luar Jawa. Terakhir, XL berencana memambah 17.000 menara BTS baru sepanjang tahun ini dengan mayoritas BTS 4G. Selain itu, basis pelanggan data XL juga sudah lebih kuat dibandingkanTLKM sehingga kinerjanya akan tumbuh signifikan ditopang segmen data.

Josscarios memberi rekomendasi beli untuk saham EXCL dengan target harga Rp 3.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News