JAKARTA. Emiten sektor ritel tahun ini diprediksi dapat tumbuh 15%, setelah tahun lalu mengalami perlambatan. Hal ini ditopang naiknya ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,4%. Tahun lalu, di tengah perlambatan ekonomi Indonesia, sektor ritel dianggap sebagai sektor yang defensif. Walhasil, sahamnya tetap diburu, walaupun kinerjanya jelas turun. Hans Kwee, Direktur PT Investa Saran Mandiri menyatakan, mayoritas saham ritel pada kuartal III 2015 melambat. "Pertumbuhan perusahaan ritel pun banyak yang tertekan," ungkapnya.
Analis: Emiten ritel bisa tumbuh 15 % tahun ini
JAKARTA. Emiten sektor ritel tahun ini diprediksi dapat tumbuh 15%, setelah tahun lalu mengalami perlambatan. Hal ini ditopang naiknya ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,4%. Tahun lalu, di tengah perlambatan ekonomi Indonesia, sektor ritel dianggap sebagai sektor yang defensif. Walhasil, sahamnya tetap diburu, walaupun kinerjanya jelas turun. Hans Kwee, Direktur PT Investa Saran Mandiri menyatakan, mayoritas saham ritel pada kuartal III 2015 melambat. "Pertumbuhan perusahaan ritel pun banyak yang tertekan," ungkapnya.