JAKARTA. Meski baru dua bulan masuk ke papan bursa, saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) melonjak hingga 17 kali lipat dari harga initial public offering (IPO). Analis tidak merekomendasikan memasukkan saham ini ke portofolio. Sejak melaksanakan (IPO), harga saham TAMU naik dari level Rp 110 menjadi Rp 1.870 pada Rabu (26/7). Vice President Research Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, kenaikan saham TAMU yang sangat signifikan ini belum tentu disebabkan oleh fundamental perusahaan yang menarik. Pasalnya, hingga kuartal I-2017 lalu perusahaan masih mencetak rugi sebelum pajak penghasilan US$ 440.724. Sehingga William enggan merekomendasikan saham ini ke para investor. "Saham-saham yang mengalami kenaikan tinggi memiliki potensi risiko yang cukup besar karena pergerakannya yang fluktuatif," ujar William kepada KONTAN, Rabu (26/7).
Analis enggan rekomendasikan saham TAMU
JAKARTA. Meski baru dua bulan masuk ke papan bursa, saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) melonjak hingga 17 kali lipat dari harga initial public offering (IPO). Analis tidak merekomendasikan memasukkan saham ini ke portofolio. Sejak melaksanakan (IPO), harga saham TAMU naik dari level Rp 110 menjadi Rp 1.870 pada Rabu (26/7). Vice President Research Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, kenaikan saham TAMU yang sangat signifikan ini belum tentu disebabkan oleh fundamental perusahaan yang menarik. Pasalnya, hingga kuartal I-2017 lalu perusahaan masih mencetak rugi sebelum pajak penghasilan US$ 440.724. Sehingga William enggan merekomendasikan saham ini ke para investor. "Saham-saham yang mengalami kenaikan tinggi memiliki potensi risiko yang cukup besar karena pergerakannya yang fluktuatif," ujar William kepada KONTAN, Rabu (26/7).