Analis: IHSG akan bergerak variatif



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin sempat melemah. Namun, indeks justru kembali menguat, dan posisi ini bertahan hingga penutupan perdagangan sore. Analis menilai, penguatan masih berlanjut hari ini, (2/10).

Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko bilang, katalis positif bagi penguatan IHSG justru datang dari dalam negeri. Hal ini berupa rencana Jokowi untuk menaikan BBM sebesar Rp. 3.000 pada November nanti.

Lalu, ada juga niat SBY untuk mengeluarkan Perpu mengembalikan pilkada langsung telah menahan penurunan IHSG. "Saat ini tinggal menunggu aksi pelaku pasar untuk menjadi bullish kembali," imbuh Yuganur.


Dia memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada rentang support 5.121-5.075 dan resistance 5.176-5.195. Cermati saham AISA, TLKM, BBTN, dan ADRO.

Head of Research Woori Koorindo Securities sependapat. Sentimen dari dalam negeri berupa mengecilnya angka inflasi bulanan memang masih menjadi vitamin bagi prnguatan IHSG. Namun, sentimen itu juga masih didampingi berupa sentimen yang juga dari dalam negeri, yakni kembali tercatatnya defisit neraca perdagangan. Belum lagi kondisi bursa Asia hari ini kembali kurang kondusif.

Menurut Reza, sentimen-sentimen itu akan membuat IHSG hari ini akan bergerak pada rentang support 5.118-5.130 dan resistance 5.155-5.172. Laju IHSG sebelumnya berada di bawah kisaran target support (5.196-5.115) namun, juga sempat melewati kisaran resisten (5.145-5.162) sehingga sentimen pergerakannya masih akan cenderung variatif.

"Meski laju IHSG berpeluang naik tipis namun, juga menyimpan potensi pelemahan jika laju bursa saham global masih berada dalam pelemahannya," pungkas Reza.

Untuk hari ini dia merekomendasikan saham BBRI, AKRA, ENRG, BMTR, LSIP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie