Analis: IHSG akan ragu-ragu untuk melanjutkan reli



JAKARTA. Kondisi bursa Amerika Serikat (AS) yang berbalik arah ke teritori negatif, dikhawatirkan analis bisa mempengaruhi kenaikan bursa regional pada awal pembukaan, Selasa (12/6).Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada memperkirakan, IHSG juga akan ikut ragu-ragu untuk melanjutkan kenaikan. Kondisi teknikal IHSG saat ini membentuk spinning dan posisi candle mendekati middle bollinger bands. "MACD membentuk golden cross dengan histogram positif yang sedikit memanjang. Sementara, RSI, William's %R, dan Stochastic sepertinya mencoba bergerak naik menuju area overbought," jelas Reza, Selasa (12/6).Pada perdagangan Selasa (12/6), Reza memprediksi, IHSG akan berada pada support 3.835-3.856 dengan level resistance di 3.880-3.892. Dia mencermati, kemungkinan aksi-aksi profit taking bisa saja melanda IHSG.

"Hanya saja, diharapkan aksi profit taking ini tidak banyak sehingga IHSG masih dapat melanjutkan kenaikannnya," harap Reza. Adapun saham-saham yang bisa dicermati antara lain BSDE, CTRA, SSIA, JSMR, BBRI, AKRA, ACES, RANC, dan BMTR.Analis Saham, Astronacci International, Gema Goeryadi berpendapat, IHSG akan cenderung bergerak flat dalam rentang harga 3.800-3.909. "Kita akan tetap melihat pergerakan IHSG dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi, sehingga harga akan cenderung bergerak dengan membentuk gap dari hari ke hari dan masih ada peluang bergerak menuju area time resistance selanjutnya," urai Gema, Selasa (12/6).Menurut Gema, jika IHSG akan kembali bergerak terkonsolidasi atau terjebak dalam fase sideways, maka yang harus dilakukan investor adalah berdiam diri dan tidak mudah panik atau mengambil keputusan yang terburu-buru. "Di tengah kondisi acak yang akan terjadi, saya yakin masih akan ada beberapa saham yang masih dapat memberi keuntungan," katanya.Gema menyarankan, investor dapat melakukan pembelian yang lebih selektif pada saham-saham yang memiliki rasio reward-to-risk yang cukup tinggi seperti ASII, MAPI, KLBF, SSIA, dan HRUM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie