KONTAN.CO.ID - Jumat (25/8) lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh rekor baru. Pada akhir pekan tersebut IHSG ditutup di level 5.915,36. Meski tingginya IHSG didorong oleh kenaikan harga beberapa saham, analis melihat harga saham konstruksi masih cenderung rendah. Lazimnya kenaikan IHSG memang disertai dengan naiknya harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rekor IHSG nyatanya tak serta merta membuat harga semua saham melambung. Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee melihat harga saham sektor konstruksi masih cenderung rendah. Adapun beberapa emiten yang masuk dalam daftar Hans adalah Wijaya Karya Tbk. (WIKA), Waskita Karya Tbk. (WSKT), dan PP (PTPP). “Pencapaian book order bagus, tapi saham belum naik karena kekhawatiran pasar,” tutur Hans, Minggu (27/8).
Analis: IHSG rekor, saham konstruksi masih murah
KONTAN.CO.ID - Jumat (25/8) lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh rekor baru. Pada akhir pekan tersebut IHSG ditutup di level 5.915,36. Meski tingginya IHSG didorong oleh kenaikan harga beberapa saham, analis melihat harga saham konstruksi masih cenderung rendah. Lazimnya kenaikan IHSG memang disertai dengan naiknya harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rekor IHSG nyatanya tak serta merta membuat harga semua saham melambung. Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee melihat harga saham sektor konstruksi masih cenderung rendah. Adapun beberapa emiten yang masuk dalam daftar Hans adalah Wijaya Karya Tbk. (WIKA), Waskita Karya Tbk. (WSKT), dan PP (PTPP). “Pencapaian book order bagus, tapi saham belum naik karena kekhawatiran pasar,” tutur Hans, Minggu (27/8).