JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya ditutup menguat tipis 0,08% ke posisi 3.957,896 di sesi pagi. Laju penguatannya lebih rendah dibanding pembukaan pagi tadi, ataupun penutupan perdagangan kemarin (17/1).Meski begitu, Managing Research Indosurya Asset Management memperkirakan, di sesi kedua, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Apalagi, jika pasar saham Eropa nanti juga dibuka positif. "Nikkei dan Hang Seng pun masih positif, sehingga diharapkan bisa berimbas bagus juga untuk IHSG," ujarnya.Namun, lanjut Reza, ada ancaman profit taking di pasar. Ini lantaran sentimen Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Menurutnya, ada saja investor yang menanggapi negatif berita tersebut, dan memilih mengamankan posisinya. Secara teknikal, IHSG saat ini pun sudah berada di atas area jenuh beli (overbought). "Itu pula yang menyebabkan penguatan indeks di sesi pertama tidak naik signifikan," imbuhnya. Dia memperkirakan, di sesi kedua, IHSG akan bergerak pada level support 3.894 - 3.925, dengan resistance di kisaran 3.970 - 3.985.Reza masih merekomendasikan beberapa saham untuk transaksi di sesi siang, antara lain saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan target harga hari ini di Rp 18.750 per saham. Lalu, saham Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dengan target harga di Rp 5.600 per saham, dan saham Ciputra development Tbk (CTRA) dengan target Rp 600 per saham.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Analis: Jika Eropa dibuka positif, IHSG bisa lanjut menguat di sesi II
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya ditutup menguat tipis 0,08% ke posisi 3.957,896 di sesi pagi. Laju penguatannya lebih rendah dibanding pembukaan pagi tadi, ataupun penutupan perdagangan kemarin (17/1).Meski begitu, Managing Research Indosurya Asset Management memperkirakan, di sesi kedua, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Apalagi, jika pasar saham Eropa nanti juga dibuka positif. "Nikkei dan Hang Seng pun masih positif, sehingga diharapkan bisa berimbas bagus juga untuk IHSG," ujarnya.Namun, lanjut Reza, ada ancaman profit taking di pasar. Ini lantaran sentimen Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Menurutnya, ada saja investor yang menanggapi negatif berita tersebut, dan memilih mengamankan posisinya. Secara teknikal, IHSG saat ini pun sudah berada di atas area jenuh beli (overbought). "Itu pula yang menyebabkan penguatan indeks di sesi pertama tidak naik signifikan," imbuhnya. Dia memperkirakan, di sesi kedua, IHSG akan bergerak pada level support 3.894 - 3.925, dengan resistance di kisaran 3.970 - 3.985.Reza masih merekomendasikan beberapa saham untuk transaksi di sesi siang, antara lain saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan target harga hari ini di Rp 18.750 per saham. Lalu, saham Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dengan target harga di Rp 5.600 per saham, dan saham Ciputra development Tbk (CTRA) dengan target Rp 600 per saham.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News