KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Gelombang investasi kecerdasan buatan (AI) kembali mengguncang Wall Street. Amazon menambah bara ke dalam api perlombaan AI global setelah memproyeksikan lonjakan belanja modal lebih dari 50% tahun ini, dengan rencana menggelontorkan hingga US$ 200 miliar pada 2026. Alih-alih disambut antusias, pasar justru bereaksi keras. Saham Amazon langsung terperosok 11,5% dalam perdagangan setelah jam bursa. Bloomberg (6/2) melaporkan, dalam paparan kinerja kepada investor, CEO Amazon Andy Jassy terdengar lebih defensif dibandingkan para pesaingnya. Ia membandingkan skala bisnis Amazon Web Services (AWS) dengan rival-rivalnya, menekankan bahwa pertumbuhan 24% AWS berasal dari basis pendapatan yang jauh lebih besar. AWS membukukan pendapatan US$ 35,6 miliar pada kuartal Desember, jauh di atas Google Cloud yang mencatat US$ 17,75 miliar, meski tumbuh lebih kencang. Azure milik Microsoft juga masih mencatatkan pertumbuhan solid.
Analis Khawatir, US$ 200 Miliar AI Amazon Bakal Lampaui Arus Kas
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Gelombang investasi kecerdasan buatan (AI) kembali mengguncang Wall Street. Amazon menambah bara ke dalam api perlombaan AI global setelah memproyeksikan lonjakan belanja modal lebih dari 50% tahun ini, dengan rencana menggelontorkan hingga US$ 200 miliar pada 2026. Alih-alih disambut antusias, pasar justru bereaksi keras. Saham Amazon langsung terperosok 11,5% dalam perdagangan setelah jam bursa. Bloomberg (6/2) melaporkan, dalam paparan kinerja kepada investor, CEO Amazon Andy Jassy terdengar lebih defensif dibandingkan para pesaingnya. Ia membandingkan skala bisnis Amazon Web Services (AWS) dengan rival-rivalnya, menekankan bahwa pertumbuhan 24% AWS berasal dari basis pendapatan yang jauh lebih besar. AWS membukukan pendapatan US$ 35,6 miliar pada kuartal Desember, jauh di atas Google Cloud yang mencatat US$ 17,75 miliar, meski tumbuh lebih kencang. Azure milik Microsoft juga masih mencatatkan pertumbuhan solid.
TAG: