KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak hanya pinjaman perbankan, instrumen yang dapat dijadikan alternatif oleh perusahaan untuk menggalang pendanaan makin berkembang. Mulai dari menerbitkan KIK EBA, melaksanakan initial public offering (IPO), hingga penerbitan obligasi global dan greend bond. Kepala Riset Oso Sekuritas Riska Afriani mencatat, sejak 2011-2017, pendanaan dari pasar modal terus meningkat. Tahun lalu, ia memperkirakan pendanaan pasar modal berkisar Rp 1.000 triliun. Porsi SBN masih terbesar, diikuti obligasi korporasi, rights issue, dan IPO. Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menilai, peralihan pilihan pendanaan dari instrumen lama (pinjaman perbankan) ke instrumen baru sudah menjadi kebutuhan. "Sekarang dan ke depan, kita sudah masuk dalam era keterbukaan. Mau tak mau perusahaan harus berubah, " ujarnya Kamis (18/1).
Analis: Korporasi bisa melirik instrumen pembiayaan baru
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak hanya pinjaman perbankan, instrumen yang dapat dijadikan alternatif oleh perusahaan untuk menggalang pendanaan makin berkembang. Mulai dari menerbitkan KIK EBA, melaksanakan initial public offering (IPO), hingga penerbitan obligasi global dan greend bond. Kepala Riset Oso Sekuritas Riska Afriani mencatat, sejak 2011-2017, pendanaan dari pasar modal terus meningkat. Tahun lalu, ia memperkirakan pendanaan pasar modal berkisar Rp 1.000 triliun. Porsi SBN masih terbesar, diikuti obligasi korporasi, rights issue, dan IPO. Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menilai, peralihan pilihan pendanaan dari instrumen lama (pinjaman perbankan) ke instrumen baru sudah menjadi kebutuhan. "Sekarang dan ke depan, kita sudah masuk dalam era keterbukaan. Mau tak mau perusahaan harus berubah, " ujarnya Kamis (18/1).