Analis Panin merekomendasikan 14 saham yang layak dikoleksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks LQ45 pada perdagangan terakhir di tahun ini ditutup dengan pelemahan 0,53% menjadi 982,73. Kondisi ini semakin menambah pelemahan indeks yang pada awal tahun ini dibuka di level 1.076,23.

Indeks yang terdiri dari 45 saham ini sepanjang tahun 2018 (year to date/ytd) berhasil menorehkan catatan pelemahan sebesar -8,69% atau jauh lebih buruk dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah -2,28% di periode yang sama.

Sebagai informasi LQ 45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 emiten yang memenuhi kriteria tertentu, yakni termasuk ke dalam top 60 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 1-2 bulan terakhir, termasuk dalam top 60 perusahaan dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler dalam 12 bulan terakhir, tercatat di BEI selama minimal 3 bulan, dan memiliki kondisi keuangan, prospek pertumbuhan dan nilai transaksi yang tinggi.


BEI secara rutin memantau perkembangan kinerja emiten-emiten yang masuk dalam penghitungan indeks yang diluncurkan pada tahun 1997 ini.

Setiap tiga bulan sekali dilakukan evaluasi atas pergerakan urutan saham-saham tersebut. Penggantian saham akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus.

Walaupun mendapatkan rapor merah di akhir tahun ini, menurut William Hartanto, Analis Panin Sekuritas saham – saham yang masuk ke indeks LQ45 saat ini masih punya peluang cerah di tahun 2019.

“Walaupun tidak semuanya, dalam tiga bulan terakhir saham – saham yang ada di indeks tersebut sudah menunjukkan pembalikan trend menuju menguat,” kata dia ketika dihubungi oleh Kontan.co.id pada Jumat (28/12).

Asal tahu saja, pada sembilan bulan pertama tahun 2018 indeks LQ45 konsisten bertahan di zona merah. Hingga akhir September 2018 indeks LQ45 tercatat anjlok sebesar 12,34%.

William menyebut pergerakan saham – saham di indeks LQ45 pada tahun 2019 akan didominasi oleh saham-saham emiten di sektor keuangan, properti, dan industri dasar.

Secara khusus dari 45 penghuni indeks tersebut saat ini, ia merekomendasikan 14 saham yang punya prospek cerah dan tentunya layak jadi pilihan.

Saham – saham tersebut antara lain; PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto