Analis: Persaingan Bisnis Paylater Perbankan Akan Semakin Ketat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan semakin meminati bisnis buy now pay later (BNPL) alias paylater yang dinilai lebih memiliki banyak peminat dibandingkan pembiayaan konvensional. Analis menyebut minat masyarakat terhadap BNPL perbankan ke depannya akan terus bertumbuh.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2026 mencatat adanya pertumbuhan baki debit BNPL perbankan sampai 20,15% (yoy) atau menjadi Rp 27,1 triliun. Adapun baki debit BNPL pada Desember 2025 juga mengalami peningkatan sampai 19,32% (yoy).

Pengamat sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menyebut masyarakat mulai beralih minat untuk menggunakan layanan yang lebih praktis dan cepat, seperti BNPL.


Baca Juga: Layanan Mudik BSI: 8 Titik Strategis Siap Bantu 190 Juta Pemudik

"Bank tentu melihat adanya fenomena ini dimana terlihat peralihan dari kartu kredit ke BNPL sehingga makin banyak bank masuk ke bisnis BNPL," kata Trioksa saat dihubungi, Senin (16/3/2026).

Sejumlah perbankan yang sudah menyediakan layanan BNPL di antaranya adalah BCA, Bank DBS, Allo Bank, dan lainnya. Sedangkan, ada banyak bank-bank lainnya yang juga berencana untuk membuka layanan BNPL, seperti BTN dan Bank Permata.

Dengan semakin maraknya bank yang melayani BNPL, Trioksa menyebut persaingan akan semakin ketat.

"Tentu akan terjadi persaingan BNPL untuk menarik customer-nya karena masing-masing lembaga keuangan tidak ingin kehilangan dana mengendap," ucapnya.

Sementara itu, analis Maybank Indonesia Myrdal Gunarto, menilai bertumbuhnya BNPL sebagai sinyal dari meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat.

Baca Juga: BCA Perkuat Layanan Nasabah Lewat Integrasi Kanal Digital dan Tatap Muka

"Memang penetrasi dari BNPL ini cukup menarik karena Indonesia merupakan negara yang struktur ekonominya didominasi oleh sektor konsumsi rumah tangga," kata Myrdal kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Myrdal juga menilai BNPL juga memiliki ketertarikan tersendiri karena memiliki tenor yang pendek dengan bunga yang relatif kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News