JAKARTA. Di awal November ini, PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) mulai banyak diperbincangkan pelaku pasar. Hal itu terkait dengan aksi korporasi perusahaan yang dilakukan belum lama ini. Teranyar, BORN berekspansi dengan mengapit 23,8% saham di Bumi Plc. Penandatangan perjanjian jual beli (sales and purchase agreement) antara BORN dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Houl Holding sudah dilakukan pada 31 Oktober lalu. Dalam aksi ini, BORN harus merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan, perusahaan milik taipan Samin Tan tersebut rela meminjam dana dari Standard Chartered Bank senilai US$ 1 miliar. Padahal sebelum melakukan pinjaman itu, posisi utang BORN pun terbilang sangat kecil.
Analis: Pinjaman dana US$ 1 miliar oleh BORN terlihat aneh
JAKARTA. Di awal November ini, PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) mulai banyak diperbincangkan pelaku pasar. Hal itu terkait dengan aksi korporasi perusahaan yang dilakukan belum lama ini. Teranyar, BORN berekspansi dengan mengapit 23,8% saham di Bumi Plc. Penandatangan perjanjian jual beli (sales and purchase agreement) antara BORN dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Houl Holding sudah dilakukan pada 31 Oktober lalu. Dalam aksi ini, BORN harus merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan, perusahaan milik taipan Samin Tan tersebut rela meminjam dana dari Standard Chartered Bank senilai US$ 1 miliar. Padahal sebelum melakukan pinjaman itu, posisi utang BORN pun terbilang sangat kecil.