KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan inflasi yang dirasakan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara utama lainnya membuat sejumlah bank sentral memilih mengerek suku bunga. Akibatnya, kekhawatiran terhadap terganggunya pertumbuhan ekonomi global membuat investasi pada instrumen lindung nilai (safe haven) meningkat. Tak ayal, posisi dolar AS sebagai safe haven makin kuat. Ini pun membuat nilai tukar rupiah semakin tertekan walau secara fundamental ekonomi dalam negeri positif. Analis DCFX Futures Lukman Leong pun memprediksi rupiah dapat berada di kisaran Rp 15.800 - Rp 16.000 per dolar AS di akhir tahun ini. Namun, dengan catatan, Federal Reserve (The Fed) mengerek suku bunga acuan menjadi 3,5% di akhir 2022 nanti.
Analis Proyeksi Rupiah Melemah ke Rp 16.000 Per Dolar AS di Akhir Tahun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan inflasi yang dirasakan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara utama lainnya membuat sejumlah bank sentral memilih mengerek suku bunga. Akibatnya, kekhawatiran terhadap terganggunya pertumbuhan ekonomi global membuat investasi pada instrumen lindung nilai (safe haven) meningkat. Tak ayal, posisi dolar AS sebagai safe haven makin kuat. Ini pun membuat nilai tukar rupiah semakin tertekan walau secara fundamental ekonomi dalam negeri positif. Analis DCFX Futures Lukman Leong pun memprediksi rupiah dapat berada di kisaran Rp 15.800 - Rp 16.000 per dolar AS di akhir tahun ini. Namun, dengan catatan, Federal Reserve (The Fed) mengerek suku bunga acuan menjadi 3,5% di akhir 2022 nanti.