JAKARTA. Pada akhir pekan lalu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada ke level US$ 49,07 per barel untuk pengiriman Juli. Sedangkan harga minyak mentah Brent, bergerak ke level US$ 50,54 per barel untuk pengiriman Agustus. Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe bilang, tren pergerakan harga seperti ini sejatinya tidak menggerakkan performa distributor Bahan Bakar Minyak (BBM) PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) secara signifikan. Sebab, fungsi utama AKRA adalah sebagai distributor, jadi hanya sekadar price taker, bukan price maker. Apalagi, sebagian BBM yang didistribusikan AKRA merupakan BBM subsidi. "Jadi, dia (AKRA) nanti tidak bisa ambil untung banyak," ujar Kiswoyo kepada KONTAN, Senin (13/6).
Analis rekomendasikan buy saham AKRA
JAKARTA. Pada akhir pekan lalu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada ke level US$ 49,07 per barel untuk pengiriman Juli. Sedangkan harga minyak mentah Brent, bergerak ke level US$ 50,54 per barel untuk pengiriman Agustus. Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe bilang, tren pergerakan harga seperti ini sejatinya tidak menggerakkan performa distributor Bahan Bakar Minyak (BBM) PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) secara signifikan. Sebab, fungsi utama AKRA adalah sebagai distributor, jadi hanya sekadar price taker, bukan price maker. Apalagi, sebagian BBM yang didistribusikan AKRA merupakan BBM subsidi. "Jadi, dia (AKRA) nanti tidak bisa ambil untung banyak," ujar Kiswoyo kepada KONTAN, Senin (13/6).