Analis rekomendasikan buy saham KAEF



JAKARTA. PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) bakal membangun pabrik garam farmasi tahap II dan pabrik bahan baku yang memproduksi active pharmaceutical ingredient (API) tahun depan.

Armando Marulitua, analis Danareksa Sekurtitas menjelaskan kepada KONTAN, ekspansi tersebut tentunya positif. Sebab, dengan adanya pabrik tersebut maka ketergantungan impor KAEF berkurang.

Perseroan rata-rata setiap tahun mengeluarkan duit Rp 400 miliar untuk pembelian bahan baku. "Dari jumlah itu, 90% -nya impor," tambahnya, (17/11).


Kadang, impor memang lebih murah ketimbang membangun pabrik dan memproduksinya sendiri di dalam negeri. Tapi, dengan adanya pabrik di dalam negeri, hal ini sangat bermanfaat ketika terjadi hal tertentu seperti turbulensi rupiah yang sepanjang tahun ini sudah melemah jauh.

Di sisi lain, rencana pembangunan pabrik ini merupakan mandat dari pemerintah. Berhubung KAEF merupakan emiten pelat merah maka mandat tersebut perlu direalisasikan.

Pabrik baru KAEF bisa menjadi katalis positif bagi fundamental perseroan, namun untuk jangka waktu beberapa waktu ke depan. Karena, pembangunan ini masih butuh waktu, mungkin sekitar dua tahun hingga benar-benar bisa dioperasikan.

"Untuk jangka pendek, KAEF ditopang oleh ekspansi ritel dan BPJS. Apalagi BPJS, hal ini bisa membuat permintaan obat generik produksi KAEF menguat," jelas Armando.

Dia memprediksi, pendapatan KAEF tahun ini, 2016 dan 2017 masing-masing Rp 5,16 triliun, Rp 6 triliun, dan Rp 6,97 triliun. Laba bersihnya untuk periode waktu yang sama diestimasi masing-masing Rp Rp 258 miliar, Rp 302 miliar, dan Rp 336 miliar. Sementara, margin laba kotor dan bersih untuk tahun ini sekitar 30,8% dan 5%.

Kami rekomendasikan buy saham KAEF dengan target harga Rp 1.200," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News