Analis: Sell on strength sebelum terlambat



JAKARTA. Para analis memperkirakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi II cenderung melemah. Analis dari Indosurya Asset Management Fridian Warda mengungkapkan, disamping pergerakan bursa global yang cenderung konsolidasi di tengah data core durable goods AS yang cukup buruk, investor juga nampaknya masih akan menunggu pengumuman data advance GDP (q/q) AS yang akan dirilis besok (26/4).Sentimen negatif juga datang dari dalam negeri, terkait efek dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL) serta BBM subsidi yang dapat mempengaruhi inflasi. Hal itu, kata Fridian, masih akan menjadi sentimen negatif jangka pendek domestik.

"Namun pelemahan IHSG hari ini nampaknya masih akan ditopang oleh asing yang masih mencatatkan net buy walaupun kecil," kata Fridian pada Kamis (25/4).

Dia memprediksi, pada transaksi perdagangan sesi II nanti, IHSG diperkirakan akan berada pada level support 4.945 dan resistance 5.012. Untuk saham yang dapat diperhatikan investor, Fridian merekomendasikan diantaranya BMTR, BMRI, EXCL, TLKM, MDLN, juga MAIN.Hal senada juga diungkapkan oleh analis dari Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo. Menurutnya, indeks di lantai bursa masih akan melemah terbatas lantaran aksi tekanan jual yang marak terjadi. Hal ini, menurut Satrio, dilatarbelakangi oleh rilis data kinerja kuartal I Astra International Tbk (ASII) yang merupakan emiten dengan nilai terbesar di Bursa Efek Indonesia.Rilis kinerja kuartal I ASII yang jauh dibawah ekspektasi, mendorong sentimen negatif terhadap pergerakan bursa. Investor pun mencatatkan net sell terhadap sejumlah emiten seperti TLKM, MAPI dan GGRM. Saham-saham tersebut turut terkena imbas jual saham ASII.Karena itu, menurut Satrio, IHSG akan bergerak pada kisaran support 4.975 dan resistance pada level 5.025. "Yang paling harus diwaspadai adalah jika indeks sesi II nanti ditutup di bawah 4.975 dan berada pada level 4.945-4.953. Ini akan terjadi gap," ucap Satrio.Karena itu, Satrio menyarankan investor untuk melakukan aksi ambil untung bagi saham-saham yang dirasa posisinya sedang menguat. "Sebaiknya investor sell on strength. Karena jika IHSG ditutup dibawah 4.975, maka kemungkinan akan melemah. Jadi sebaiknya securior profit, before its too late," kata Satrio


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie