JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan di sesi pagi mendarat di zona merah, meski sempat diperdagangkan menguat di awal perdagangan, hari ini (11/1). IHSG tergelincir 0,45% ke posisi 3.921,063.Pengamat pasar modal dari Lautandhana Securindo Willy Sanjaya menilai, penurunan yang terjadi di akhir sesi pagi kemungkinan karena terjadi sedikit profit taking di pasar. Meski begitu, menurutnya, sebagian investor lainnya masih tetap mengakumulasi saham-saham. Ini pula yang menyebabkan, koreksi indeks tidak dalam. "Ada dilema memang, untuk break level psikologis 4.000 market butuh perjuangan, tapi trennya masih naik. Kemungkinan Jumat, level tersebut bisa ditembus," prediksi Willy.Adapun, untuk perdagangan sesi kedua, Wily memperkirakan, IHSG akan bergulir tipis. Dia blang, peluang untuk kembali menguat terbuka lebar, sebab mayoritas sentimen dan pasar global juga positif. Selain itu, net buy asing juga masih terbilang tinggi di sesi pagi, yaitu mencapai Rp 220 miliar."Saya memprediksi profit taking itu hanya berlangsung sebentar. Namun, kalaupun indeks lanjut melemah, tidak akan turun sampai 1%," ujarnya.Willy merekomendasikan akumulasi beli terhadap saham-saham sektor energi dan sektor perbankan hingga akhir pekan ini. Peluang saham energi semakin bagus dengan kecenderungan harga minyak reli, dan sudah menyentuh level US$ 102 per barel. Sementara, sektor keuangan masih menarik, apalagi jika bank sentral benar-benar memangkas kembali suku bunga."Untuk sektor energi saya rekomendasi ENRG yang bisa menyentuh Rp 350 dalam waktu dekat. Sementara, untuk perbankan, bisa pilih BBKP dan BJBR," pungkasnya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Analis: Sesi II, sentimen global masih berpotensi angkat IHSG
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan di sesi pagi mendarat di zona merah, meski sempat diperdagangkan menguat di awal perdagangan, hari ini (11/1). IHSG tergelincir 0,45% ke posisi 3.921,063.Pengamat pasar modal dari Lautandhana Securindo Willy Sanjaya menilai, penurunan yang terjadi di akhir sesi pagi kemungkinan karena terjadi sedikit profit taking di pasar. Meski begitu, menurutnya, sebagian investor lainnya masih tetap mengakumulasi saham-saham. Ini pula yang menyebabkan, koreksi indeks tidak dalam. "Ada dilema memang, untuk break level psikologis 4.000 market butuh perjuangan, tapi trennya masih naik. Kemungkinan Jumat, level tersebut bisa ditembus," prediksi Willy.Adapun, untuk perdagangan sesi kedua, Wily memperkirakan, IHSG akan bergulir tipis. Dia blang, peluang untuk kembali menguat terbuka lebar, sebab mayoritas sentimen dan pasar global juga positif. Selain itu, net buy asing juga masih terbilang tinggi di sesi pagi, yaitu mencapai Rp 220 miliar."Saya memprediksi profit taking itu hanya berlangsung sebentar. Namun, kalaupun indeks lanjut melemah, tidak akan turun sampai 1%," ujarnya.Willy merekomendasikan akumulasi beli terhadap saham-saham sektor energi dan sektor perbankan hingga akhir pekan ini. Peluang saham energi semakin bagus dengan kecenderungan harga minyak reli, dan sudah menyentuh level US$ 102 per barel. Sementara, sektor keuangan masih menarik, apalagi jika bank sentral benar-benar memangkas kembali suku bunga."Untuk sektor energi saya rekomendasi ENRG yang bisa menyentuh Rp 350 dalam waktu dekat. Sementara, untuk perbankan, bisa pilih BBKP dan BJBR," pungkasnya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News