Analis Soal Saham BBCA: Fenomena Undervalued Langka untuk Saham Kelas Kasta Tertinggi



KONTAN.CO.ID - Analis memproyeksikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berpotensi kembali menguat setelah terkoreksi cukup dalam sejak awal 2026. 

Emiten berkode BBCA ini dinilai mempunyai fundamental kuat, terutama dari kinerja keuangan yang tumbuh berkelanjutan. 

Sepanjang 2025, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 57,5 triliun, naik 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 54,8 triliun. 


Di sisi lain, saham BBCA telah melemah hingga sekitar 19% sejak awal tahun hingga 7 April 2026.  

Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang turun 15,79% secara year to date (YTD). 

Pada perdagangan Rabu (8/4/2026), BBCA ditutup menguat 3,85% ke posisi Rp 6.750. 

Meski harga saham terkoreksi, kinerja BBCA dinilai tetap unggul. Laba bersih tahun 2025 bahkan melampaui total kapitalisasi pasar sejumlah bank menengah di bursa. 

Bank ini juga ditopang dana murah (CASA) yang kuat, efisiensi operasional, serta basis nasabah yang loyal. Dalam kondisi tersebut, saham BBCA dinilai tengah mengalami anomali harga yang relatif jarang terjadi. 

Di saat laba perusahaan terus mencetak rekor, harga saham justru turun hingga berada di kisaran Rp 6.500 per saham, di bawah level psikologis Rp 7.000. 

Baca Juga: Intip Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Kamis (9/4) Merosot Rp 50.000 Per Gram

Pengamat pasar modal Rendy Yefta menilai kondisi ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk masuk. Menurut dia, fenomena tersebut seperti berpotensi menjadi “bom waktu” capital gain ketika sentimen pasar berbalik positif. 

Ia menjelaskan, secara historis pasar memberikan valuasi premium terhadap BBCA, dengan rasio price to book value (PBV) normal di kisaran 4 hingga 5 kali. Namun, tekanan dari kepanikan global dan rotasi sektor membuat saham ini terkoreksi tajam. 

“Ini adalah fenomena undervalued yang sangat langka untuk saham sekelas kasta tertinggi (blue chip super). Mengambil BBCA di harga di bawah Rp 7.000 ibarat Anda memungut Mercy di showroom dengan harga Avanza,” ujar dia dalam keterangannya. 

Rendy memperkirakan, ketika kondisi pasar kembali stabil, harga saham BBCA berpotensi naik cepat menuju normalisasi valuasi di level PBV sekitar 4 kali, dengan peluang capital gain yang signifikan bagi investor yang masuk lebih awal.

Ia juga mengingatkan investor untuk mencermati kinerja BBCA pada kuartal I/2026 yang segera dirilis. Dengan tren efisiensi dan pertumbuhan kredit yang berlanjut, laporan tersebut diperkirakan kembali menunjukkan laba yang kuat. 

Menurutnya, ketika laporan keuangan resmi dirilis dan sentimen positif kembali terbentuk, investor institusi berpotensi masuk secara agresif. Hal ini dapat mendorong harga saham naik lebih cepat. 

Tonton: Muncul Rumor APBN Mampu Bertahan 2 Minggu, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

“Orang bijak mengumpulkan emas saat harganya sedang jatuh ke lumpur, bukan saat semua orang sedang antre membelinya di toko,” katanya. 

Lebih jauh, ia menilai investasi di BBCA bukan sekadar untuk jangka pendek, tetapi juga sebagai kepemilikan aset berkualitas tinggi. 

Dengan kinerja yang konsisten dan potensi dividen berkelanjutan, saham ini dinilai tetap menarik dalam jangka panjang.

(Suparjo Ramalan , Erlangga Djumena)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/09/054000726/fundamental-kuat-saham-bbca-diproyeksi-bangkit-usai-koreksi-dalam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News