KONTAN.CO.ID - Laurene Powell Jobs, janda mendiang Steve Jobs, kini memperkuat portofolio filantropinya dengan menghadirkan sebuah model infrastruktur pendidikan yang menggabungkan efisiensi konstruksi dan ketahanan terhadap bencana. Melalui lembaga XQ Institute, istri mendiang pendiri Apple ini memperkenalkan Oceana Innovation Hub di Barbados, sebuah bangunan modular yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan iklim di wilayah kepulauan. Bangunan yang resmi beroperasi pada Juni 2025 ini menarik perhatian publik karena mengadopsi standar presisi desain yang menyerupai konsep gerai ritel Apple.
Inovasi Material dan Efisiensi Konstruksi Modular
Proses pembangunan proyek ini tergolong unik karena menggunakan sistem prafabrikasi lintas benua. Seluruh komponen utama bangunan dikerjakan di sebuah pusat industri di Pinto, Madrid, Spanyol. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara studio desain AMMA, tim arsitek dari Ensamble Studio, serta WoHo Systems yang fokus pada pengembangan struktur kayu. Material utama yang digunakan adalah mass-timber atau kayu massal yang didatangkan langsung dari Spanyol. Penggunaan material kayu impor ini merupakan solusi cerdas mengingat Barbados memiliki kebijakan ketat terkait penebangan pohon lokal untuk mencegah deforestasi. Seluruh bagian bangunan dikemas ke dalam kontainer pengiriman standar, dikirim melintasi Samudra Atlantik, dan dirakit di lokasi tujuan hanya dalam waktu sekitar sepuluh bulan. Dikutip dari sumber yang sama, fasilitas ini menempati lahan seluas 7.075 kaki persegi atau sekitar 657 meter persegi. Total anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan sekolah inovatif ini mencapai hampir US$ 6.000.000 atau sekitar lebih dari Rp 100 miliar (kurs Rp 16.770 per Dolar AS).Desain Geometris dan Ketahanan Terhadap Badai
Secara arsitektural, Oceana Innovation Hub menggunakan modul segitiga sama sisi dengan panjang sisi 11 meter. Struktur dua lantai ini dirancang bukan hanya untuk mengejar estetika, tetapi juga sebagai jawaban teknis atas kendala lingkungan seperti tingkat kelembapan udara yang tinggi dan ancaman rayap yang masif di wilayah Karibia. Bentuk atap piramida yang curam pada bangunan ini terinspirasi dari chattel house, yaitu rumah tradisional khas penduduk Barbados. Desain geometris ini teruji mampu memecah tekanan angin kencang, sehingga bangunan tetap aman meski terjadi badai ekstrem yang memiliki siklus seratus tahunan. Beberapa fitur teknis unggulan dari bangunan ini antara lain:- Energi Terbarukan: Pasokan listrik sepenuhnya berasal dari tenaga surya dan angin tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional.
- Sistem Pendinginan Mandiri: Struktur atap dan sirkulasi udara diatur sedemikian rupa sehingga suhu ruangan tetap terjaga meski tanpa penggunaan AC yang berlebihan.
- Interior Fleksibel: Ruang kelas tidak menggunakan meja statis, melainkan furnitur segitiga yang dapat diatur ulang secara cepat untuk berbagai kebutuhan pembelajaran.
- Pencahayaan Alami: Penggunaan jendela skylight yang luas memungkinkan cahaya matahari masuk ke setiap sudut ruangan, mengurangi kebutuhan lampu secara signifikan pada siang hari.