Ancaman kelebihan produksi tekan prospek gas alam



JAKARTA. Harga gas alam mencatat pelemahan di awal pekan. Kenaikan produksi yang yang disertai dengan lemahnya angka permintaan menjadi faktor penekan harga.

Mengutip Bloomberg, Senin (20/3) pukul 18.30 WIB, harga gas alam kontrak pengiriman April 2017 di New York Mercantile Exchange tergerus 0,75% ke level US$ 2,93 per mmbtu dibanding sehari sebelumnya.

Analis PT Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto mengatakan, laporan jumlah rig pengeboran Amerika Serikat (AS) menekan harga gas alam saat ini. Baker Hughes Inc merilis rig pengeboran gas alam AS pekan lalu bertambah enam menjadi 157 rig. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Desember 2015.


Sementara data Energy Information Administration (EIA) pekan lalu menunjukkan cadangan gas alam mingguan AS turun sebesar 53 miliar kaki kubik atau lebih kecil dari proyeksi penuruan sebesar 60 miliar kaki kubik. Total stok gas alam menjadi 2,242 triliun kaki kubik atau 21% di atas rata - rata lima tahun.

Sedangkan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memperkirakan cuaca hangat di atas suhu udara normal akan menyelimuti sebagian besar wilayah tenggara AS dari tanggal 25 - 29 Maret. "Kondisi cuaca di AS sebenarnya masih berubah - ubah. Tetapi banyak analis memperkirakan permintaan gas alam tidak akan tinggi," papar Andri.

Penurunan permintaan gas alam seiring dengan berakhirnya musim dingin. Padahal EIA memperkirakan produksi 7 shale gas terbesar AS akan naik 562 juta kaki kubik menjadi 49,61 triliun kaki kubik per hari di bulan April mendatang.

Permintaan gas alam dari pembangkit listrik, terutama di Meksiko, Jepang dan Korea Selatan memang akan menjadi sentimen positif yang dapat menahan harga dari kejatuhan. "Tetapi pasar akan melihat apakah permintaan cukup besar sehingga dapat menutup kenaikan produksi," lanjut Andri.

Andri memperkirakan gas alam akan terus bergerak turun hingga akhir kuartal pertama dan berlanjut ke kuartal kedua 2017. "Apalagi kita lihat level psikologis harga di US$ 3 per mmbtu tampaknya sulit untuk dilewati," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia