Ancaman Konflik Global, BKPM Klaim Punya Cara Jaga Uang Investor
Sabtu, 17 Januari 2026 17:05 WIB Oleh: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID
– JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengakui bahwa tantangan geopolitik global tetap berpengaruh pada keputusan investasi asing di Indonesia. "
Masalah yang di luar Indonesia adalah masalah yang di luar kontrol kami. Misalnya ekstrimnya USA menyerang Venezuela kan di luar kontrol kami. Kalau ditanya apakah ada dampaknya ya pastinya adalah investasi ya," ungkap Rosan saat ditemui di Kantor BKPM belum lama ini. Rosan
menyampaikan ketegangan atau konflik antarnegara yang menimbulkan ketidakpastian juga mempengaruhi keputusan investor global. “
Kalau negara-negara lain sibuk dengan masalah internalnya, mungkin investasinya akan berkurang,” ujarnya. Baca Juga: CEO Danantara Rosan Masih Kaji Opsi Pembentukan BUMN Baru di Sektor Tekstil Namun
demikian, menurut Rosan, penyebaran investasi di Indonesia sejauh ini telah berjalan baik, dan komitmen investor dari berbagai negara terhadap proyek di Indonesia tetap tinggi meskipun kondisi global tidak menentu. Hal
ini terlihat dari tren realisasi investasi sepanjang 2025 yang tetap kuat dan bahkan melampaui target nasional sebesar hampir Rp 1.931 triliun. Realisasi investasi tersebut setara 101,3% dari target Rp 1.905,6 triliun dan tumbuh 12,7% secara tahunan (year on year/yoy) dengan kontribusi signifikan dari investor domestik dan mancanegara. Strategi Proaktif Menjaga Daya Tarik Investasi
Rosan
menegaskan pemerintah tidak hanya pasif menunggu investasi masuk, tetapi aktif menjalin komunikasi dengan investor asing untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Ia
mengatakan bahwa pertemuan intensif baik secara langsung maupun melalui konferensi daring dengan delegasi investor dilakukan secara berkelanjutan demi mengurangi uncertainty atau ketidakpastian yang dirasakan investor. Menurutnya
penting memberikan pemahaman risiko dan dialog terbuka agar investor merasa yakin menanamkan modal di Indonesia. “Yang
mereka tidak suka apabila ketidakpastiannya itu tinggi. Itu susah diukur dari segi mitigasi risikonya,” kata Rosan. Strategi
ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra serta mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang stabil dan menjanjikan, terutama di tengah dinamika ekonomi global saat ini. Data
realisasi investasi menunjukkan kontribusi investasi asing masih signifikan terhadap total investasi nasional, mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik. "Kami
sudah melihat alternatif-alternatif itu, penyebaran investasi asing ke kami selama ini sudah sangat baik, dan negara-negara yang masuk ke kita komitmennya juga masih terus tinggi," ungkap Rosan. Rosan
mengakui ketidakpastian geopolitik dapat memberikan tekanan namun ia tetap optimistis bahwa Indonesia akan terus menarik investasi asing karena fundamental ekonomi negara yang kuat, kebijakan pro-investasi yang konsisten, dan posisi strategis Indonesia dalam kawasan regional. Baca Juga: Pesawat ATR 42-500 Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak Pemerintah
juga tengah berupaya memperluas komunikasi dengan investor global melalui peran Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di berbagai negara guna memperkuat brand investasi dan menawarkan peluang proyek strategis. Rosan
menilai bahwa tantangan geopolitik bukan penghalang mutlak, melainkan faktor yang perlu diantisipasi melalui dialog intensif, penyusunan kebijakan yang responsif, dan upaya mitigasi risiko yang konkret agar investor tetap melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di 2026 dan tahun-tahun mendatang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News