Ancaman Konflik Iran: Dunia Terguncang, Rusia Justru Panen Cuan dari Minyak



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rusia memperoleh sekitar US$ 760 juta per hari dari ekspor minyak karena perang di Iran mendorong kenaikan harga minyak mentah global dan meningkatkan permintaan minyak Rusia. 

Laporkan The Telegraph pada hari Kamis (26/3), mengutip data dari Institut Sekolah Ekonomi Kyiv (KSE) seperti dikutip Anadolu Agency, menyebut, penjualan minyak dan gas Rusia diperkirakan akan hampir berlipat ganda bulan ini, naik dari sekitar US$ 12 miliar menjadi hampir US$ 24 miliar, karena Moskow mendapat keuntungan dari harga yang lebih tinggi dan pengecualian sementara sanksi AS.

Bahkan jika konflik berakhir dalam beberapa minggu mendatang, pendapatan ekspor minyak dan gas tahunan Rusia diproyeksikan mencapai US$ 218,5 miliar tahun ini, naik 63% dari skenario di mana pasokan energi Timur Tengah tetap tidak terganggu, kata KSE. Itu akan menghasilkan tambahan pendapatan tak terduga sebesar US$ 84 miliar.


Jika konflik berlanjut selama enam bulan lagi, pendapatan tahunan dapat meningkat menjadi US$ 386,5 miliar, hampir 188% di atas perkiraan sebelum krisis, menurut proyeksi yang sama.

Pada pertemuan Kremlin mengenai isu-isu ekonomi Senin lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan perusahaan minyak dan gas harus menggunakan pendapatan tambahan dari kenaikan harga hidrokarbon untuk mengurangi utang mereka kepada bank-bank domestik.

Laporan tersebut mengatakan Rusia juga mendapat manfaat dari pengecualian sementara sanksi AS yang mencakup beberapa kargo minyak yang sudah dimuat ke kapal tanker, sehingga mengurangi risiko transaksi bagi pembeli.

Para analis mengatakan minyak Rusia sebelumnya dijual dengan diskon besar karena sanksi meningkatkan biaya hukum, keuangan, dan logistik. Tetapi pengecualian tersebut memungkinkan Moskow untuk memasarkan beberapa minyak mentah dengan harga yang lebih mendekati harga pasar terbuka.

Harga minyak global telah melonjak sejak konflik di Iran dimulai, dengan minyak mentah Brent naik sekitar 40% menjadi sekitar US$ 105 per barel. Harga minyak Rusia bahkan meningkat lebih cepat, menurut perkiraan KSE.