Ancaman Mogok Massal Samsung: Pemerintah Korsel Siapkan Opsi Arbitrase Darurat!



KONTAN.CO.ID -  SEOUL. Gelombang ketegangan hubungan industrial di raksasa teknologi Samsung Electronics Co. kian memanas. Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok, menegaskan pada hari Minggu bahwa pemerintah bakal mengerahkan segala opsi yang tersedia—termasuk opsi arbitrase darurat—demi menangkal aksi mogok kerja massal.

Di saat yang sama, ia mendesak manajemen perusahaan dan serikat pekerja untuk segera menelurkan kompromi dalam negosiasi upah yang alot, melansir laporan Kantor Berita Yonhap.

Guna meredam gejolak, Samsung Electronics bersama serikat pekerjanya dijadwalkan kembali memacu perundingan upah pada hari Senin dengan dikawal langsung oleh mediator pemerintah.


Baca Juga: Ancaman Mogok 50.000 Buruh Samsung Guncang Saham dan Industri Chip Global

Langkah intervensi ini diharapkan mampu memangkas kecemasan pasar global atas potensi gangguan operasional massal pada sang raksasa teknologi.

Dalam pernyataan resminya pada hari Sabtu, serikat pekerja membeberkan bahwa manajemen Samsung Electronics telah merombak formasi dengan mengganti representasi anggotanya dalam negosiasi tersebut. Kedua belah pihak juga dilaporkan menggelar pertemuan terpisah pada Sabtu malam.

Trump Klaim Deal Fantastis dengan Xi Jinping, Boeing hingga AI Jadi Sorotan
© 2026 Konten oleh Kontan
Sayangnya, pihak serikat pekerja enggan memperinci agenda pembicaraan Sabtu malam tersebut. Setali tiga uang, manajemen Samsung Electronics memilih tutup mulut dan menolak berkomentar mengenai hasil kedua pertemuan itu.

Sinyal darurat ini mencuat ke publik tak lama setelah Chairman Samsung Electronics, Jay Y. Lee, melontarkan permohonan maaf terbuka kepada para pelanggan dan masyarakat luas terkait konflik ketenagakerjaan ini. Ini merupakan pernyataan sikap perdana sang nakhoda tertinggi ke publik sejak perselisihan memanas.

"Saya dengan tulus meminta maaf kepada seluruh pelanggan di berbagai belahan dunia karena telah menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran akibat isu internal di perusahaan kami," ujar Lee dalam pidatonya, seraya menambahkan bahwa dirinya juga "membungkuk sedalam-dalamnya memohon maaf kepada masyarakat."

Baca Juga: Pekerja Samsung Ancam Mogok, Pasokan Chip Global Berisiko Terganggu

Pemimpin serikat pekerja mengungkapkan, negosiator baru yang ditunjuk manajemen telah melayangkan permohonan maaf atas runtuhnya kepercayaan antarpihak selama ini, sekaligus berkomitmen untuk terlibat secara tulus dalam perundingan. Kendati demikian, ia juga mengaku telah menumpahkan seluruh rasa frustrasinya dan berjanji akan mengerahkan upaya maksimal jika perundingan hari Senin besok membuahkan hasil yang konstruktif.

Pasca-ambruknya negosiasi upah pada tengah pekan ini, Menteri Tenaga Kerja Korea Selatan langsung bergerak taktis menyambangi manajemen Samsung Electronics pada hari Sabtu. Sang menteri mendesak korporasi untuk mengambil peran aktif dan lebih agresif dalam menyelesaikan perselisihan lewat jalur dialog.

Aparat pemerintah Korea Selatan, mulai dari Perdana Menteri hingga Menteri Keuangan, serempak menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka memperingatkan bahwa aksi mogok kerja di Samsung wajib dihindari dengan cara apa pun. Jika sampai meletus, aksi industrial tersebut berpotensi besar menghantam pertumbuhan ekonomi, menahan laju ekspor, serta mengacaukan stabilitas pasar keuangan domestik.

Tonton: Trump & Xi Jinping Bicara Damai di Beijing, Tapi Taiwan Jadi Peringatan Keras!

Gagalnya mediasi yang dijembatani pemerintah sebelumnya memang sempat mengerek tensi kecemasan di pasar global. Maklum, Samsung merupakan produsen chip memori terbesar di dunia yang menyuplai komponen vital untuk raksasa teknologi global sekelas Nvidia, AMD, hingga Google.

Meskipun manajemen perusahaan sempat menyodorkan proposal untuk menggelar kembali negosiasi upah tanpa syarat, serikat pekerja pada hari Jumat menegaskan bahwa mereka tetap teguh pada pendirian untuk melangsungkan aksi mogok kerja yang dijadwalkan mulai pekan depan.