Ancaman stimulus menyeret euro depan sterling



JAKARTA. Stimulus ekonomi Bank Sentral Eropa (ECB) belum terlihat dampaknya setelah angka inflasi zona Euro tetap berada di area negatif. Hal ini membuat mata uang euro tertekan di hadapan poundsterling.

Mengutip Bloomberg, Rabu (18/5) pukul 18.58 WIB, pasangan EUR/GBP tergerus 0,89% ke level 0,77536 dibanding sehari sebelumnya.

Vidi Yuliansyah, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, mata uang EUR tertekan di hadapan GBP lantaran angka inflasi Eropa tetap stabil di teritori negatif.


Data consumen price index (CPI) atau inflasi Eropa bulan April secara tahunan tercatat masih sama dari bulan sebelumnya di angka minus 0,2%. Hal ini menunjukkan jika penambahan stimulus oleh Bank Sentral Eropa (ECB) belum menunjukkan dampaknya. "Pasar melihat ada indikasi stimulus ekonomi lanjutan sehingga menekan Euro," papar Vidi.

Sementara sterling mendapat dukungan dari data pengangguran Inggris, yakni Claimant Count Change yang berkurang sebesar 2.400 dibanding sebelumnya naik 14.700. Rata - rata pertumbuhan pendapatan cukup positif yakni mencatat pertumbuhan 2% dibanding sebelumnya 1,9%.

Untuk selanjutnya, euro menanti hasil pertemuan ECB yang akan dirilis Kamis (19/5). Di sisi lain, data penjualan retail Inggris bulan April dapat menjadi penentu arah pergerakan GBP.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia