KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India dan Brasil sepakat menaikkan target perdagangan bilateral menjadi US$ 30 miliar pada 2030. Target baru ini naik signifikan dari sasaran sebelumnya US$ 20 miliar, di tengah tekanan kebijakan dagang Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian global yang kian menguat. Melansir Reuters (22/2), kesepakatan dicapai dalam pertemuan Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di New Delhi, Sabtu (waktu setempat). Selain menaikkan target dagang, kedua negara meneken kerja sama di sektor mineral kritis dan rantai pasok baja dua komoditas strategis yang belakangan menjadi rebutan banyak negara. Langkah ini tak lepas dari tekanan eksternal. India dan Brasil sama-sama terdampak tarif 50% dari pemerintahan AS salah satu yang tertinggi secara global. Keduanya juga mencermati putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan kebijakan tarif luas Presiden Donald Trump. Namun, kedua pihak memilih menunggu arah kebijakan lanjutan dari Washington.
Ancaman Tarif AS, India & Brasil Balas dengan Kenaikan Dagang
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India dan Brasil sepakat menaikkan target perdagangan bilateral menjadi US$ 30 miliar pada 2030. Target baru ini naik signifikan dari sasaran sebelumnya US$ 20 miliar, di tengah tekanan kebijakan dagang Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian global yang kian menguat. Melansir Reuters (22/2), kesepakatan dicapai dalam pertemuan Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di New Delhi, Sabtu (waktu setempat). Selain menaikkan target dagang, kedua negara meneken kerja sama di sektor mineral kritis dan rantai pasok baja dua komoditas strategis yang belakangan menjadi rebutan banyak negara. Langkah ini tak lepas dari tekanan eksternal. India dan Brasil sama-sama terdampak tarif 50% dari pemerintahan AS salah satu yang tertinggi secara global. Keduanya juga mencermati putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan kebijakan tarif luas Presiden Donald Trump. Namun, kedua pihak memilih menunggu arah kebijakan lanjutan dari Washington.
TAG: