KONTAN.CO.ID – HOUSTON. Pelatih tim nasional Brazil national football team, Carlo Ancelotti, optimistis penyerang andalannya, Neymar, akan mendapatkan menit bermain lebih banyak saat Brasil menghadapi Japan national football team pada babak 32 besar FIFA World Cup, Senin (29/6/2026), di Houston. Neymar sebelumnya masih dalam proses pemulihan cedera betis. Pada pertandingan terakhir melawan Skotlandia, ia baru kembali merumput dengan bermain sekitar 15 menit dan turut membantu Brasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0. Ancelotti mengungkapkan kondisi sang bintang terus menunjukkan perkembangan positif dalam sepekan terakhir.
"Dalam sepekan terakhir perkembangannya sangat signifikan. Sayangnya pada pertandingan sebelumnya dia tidak bisa bermain lebih dari 15 menit, tetapi sekarang kondisinya sudah cukup baik untuk bermain lebih lama," ujar Ancelotti kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).
Brasil Waspadai Kekuatan Jepang
Meski berstatus sebagai salah satu favorit juara, Ancelotti menegaskan Brasil tidak akan meremehkan Jepang. Pengalaman kalah 2-3 dari Samurai Biru dalam laga persahabatan di Tokyo pada Oktober lalu menjadi pelajaran berharga bagi timnya.
Baca Juga: Jalur Inggris ke Final Piala Dunia 2026: Berpotensi Hadapi Brasil dan Argentina Menurut pelatih asal Italia itu, kekalahan tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kualitas Jepang, terlebih pertandingan kali ini bersifat hidup-mati karena tim yang kalah akan langsung tersingkir dari turnamen. "Pertandingan itu menjadi pengalaman yang sangat baik karena kami mengetahui bahwa Jepang adalah salah satu tim terbaik di dunia. Kami sangat menghormati mereka dan akan mempersiapkan pertandingan ini seperti sebuah final, karena bagi kami ini memang adalah final," ujarnya. Ia menambahkan bahwa laga fase gugur menuntut kesiapan mental yang tinggi. "Kami membutuhkan mental yang kuat dan keberanian yang besar. Kami harus siap menghadapi apa pun yang bisa terjadi dalam pertandingan sistem gugur, termasuk jika harus bermain hingga perpanjangan waktu atau adu penalti," katanya. Ancelotti menegaskan skuadnya berada dalam kondisi siap menghadapi tantangan tersebut. "Tim ini sudah siap, termotivasi, dan penuh percaya diri. Namun setiap pertandingan dalam kompetisi ini selalu sangat sulit," terangnya.
Laga Siang Hari Bukan Kendala
Pertandingan melawan Jepang akan dimulai pada pukul 12.00 waktu Houston. Meski Brasil belum pernah menjalani pertandingan siang hari sepanjang turnamen, Ancelotti tidak menganggap kondisi tersebut sebagai persoalan besar. Menurutnya, jadwal tersebut tidak jauh berbeda dengan rutinitas latihan yang selama ini dijalani tim. "Saya rasa tidak banyak yang perlu diubah. Justru ini adalah waktu yang biasa kami gunakan untuk berlatih. Pada akhirnya kami hanya akan bermain sepak bola," ungkapnya. Fokus utama, lanjut Ancelotti, adalah menjaga konsentrasi menghadapi lawan yang memiliki organisasi permainan sangat baik. "Kami harus tetap fokus. Kami akan menghadapi lawan yang sangat tangguh dan terorganisasi dengan baik. Karena itu kami harus benar-benar memahami apa yang ingin kami lakukan di lapangan," sebutnya.
Baca Juga: Profil Peserta 32 Besar Piala Dunia 2026: Cek yang Terkuat Berdasarkan Ranking FIFA Pelatih berusia 67 tahun itu juga sempat melontarkan candaan mengenai kondisi menjelang pertandingan. "Para pemain pasti akan tidur dengan sangat nyenyak. Jauh lebih nyenyak dibandingkan pelatih kepala, itu sudah pasti," ujarnya.
Ancelotti: Belum Ada Favorit Jelas Juara Piala Dunia
Meski sejumlah tim tampil impresif sepanjang fase grup, Ancelotti menilai hingga kini belum ada satu negara yang benar-benar layak disebut sebagai favorit utama untuk menjadi juara dunia.
Menurutnya, persaingan di turnamen kali ini berlangsung sangat ketat dan seimbang sehingga setiap pertandingan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. "Mungkin ada beberapa tim yang tampil lebih baik dibandingkan yang lain pada fase grup, tetapi saya belum melihat adanya favorit yang benar-benar menonjol. Saya rasa turnamen ini akan berlangsung sangat ketat dan seimbang," katanya. Laga Brasil kontra Jepang diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak gugur. Brasil mengandalkan pengalaman serta kedalaman skuad, sementara Jepang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen, termasuk kemenangan atas Brasil dalam laga uji coba tahun lalu. Dengan Neymar yang semakin bugar, Selecao berharap dapat melangkah ke babak berikutnya, meski Ancelotti menegaskan timnya harus siap menghadapi segala kemungkinan dalam pertandingan yang menentukan tersebut.