KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) menargetkan dokumen Joint Ore Reserves Committee (JORC) proyek emas di Lombok Barat milik anak usaha, PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB), rampung sebelum Juni 2024. Setelah JORC terbit, proyek emas ILBB akan dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur penunjang, lalu pembangunan pabrik pengolahan emas. Direktur Utama OKAS, Ratno Paskalis Hendrawan, mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan finalisasi JORC untuk memperoleh cadangan sumber daya serta menentukan studi kelayakan alias feasibility study (FS) atas proyek tersebut. Sebagai bagian dari penyusunan JORC dan FS tersebut, manajemen juga telah melakukan pengeboran atau drilling sebanyak 13.200 meter atau setara 98% dari rencana dengan jumlah 107 lubang atau setara 96% dari rencana per November 2023 lalu
Baca Juga: Ancora Indonesia Resources (OKAS) Kejar Penjualan Naik 5%-10% di Tahun 2024 “Kalau kita sebut per hari ini, aktivitas pengeborannya sudah selesai. sudah 100% tercapai, dan kita sedang melanjutkan dengan pengetesan beberapa aktivitas di laboratorium yang tentunya akan menjadi basis untuk penentuan processing plant yang akan dimiliki oleh ILBB,” tutur Ratno dalam acara public expose, Selasa (12/12). Dalam rencana OKAS sementara ini, pabrik pengolahan emas yang bakal dibangun direncanakan memiliki kapasitas pengolahan/input sebanyak 300.000 ore per tahun, dengan opsi pengembangan kapasitas lebih lanjut. Outputnya nanti berupa bullion. Belum ketahuan berapa banyak bullion emas yang bisa dihasilkan dengan kapasitas pengolahan tersebut. Sebab, kata Ratno, angkanya bergantung pada kadar emas yang ada di tambang, jenis teknologi pemrosesan yang digunakan, recovery rate, dan lain-lain. Informasi-informasi ini baru bisa didapat setelah hasil uji lab, JORC, dan FS keluar nanti. Sebelum pembangunan pabrik dimulai, OKAS berencana membangun infrastruktur penunjang pabrik terlebih dahulu di 2024, baru dilanjut dengan pembangunan pabrik di tahun 2025.
OKAS Chart by TradingView