Ancora (OKAS) Optimistis Geber Prospek Kinerja di Sisa Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mengalami penurunan kinerja dari sisi bottom line pada semester I-2026. Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba periode berjalan OKAS berkurang 81,91% year on year (yoy) menjadi US$ 1,06 juta pada semester I-2026, dari periode sebelumnya yaitu US$ 5,86 juta. Bersamaan dengan itu, EBITDA OKAS menyusut 30,86% yoy dari US$ 15,20 juta pada semester I-2026 menjadi US$ 10,51 juta pada semester I-2026.

Baca Juga: Marketing Sales Puradelta Lestari (DMAS) Capai Rp 1,15 Triliun di Semester I 2026 Di sisi lain, pendapatan OKAS masih mampu tumbuh tipis 0,33% yoy dari US$ 76,08 juta pada semester I-2025 menjadi US$ 76,33 juta pada semester I-2026. Bisnis bahan kimia dan bahan peledak untuk pertambangan berkontribusi sebesar 95% terhadap total pendapatan OKAS. Selain itu, pendapatan bisnis solusi peledakan juga meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, beban pokok penjualan OKAS membengkak 7,37% yoy menjadi US$ 57,39 juta pada semester I-2026, dari sebelumnya US$ 53,45 juta. Begitu pula dengan beban operasi OKAS yang naik 23,04% yoy menjadi US$ 15,06 juta pada semester I-2026, dibandingkan sebelumnya US$ 12,24 juta. Sementara itu, Direktur Utama OKAS Ratno Paskalis Hendrawan mengatakan, stabilnya pendapatan OKAS pada semester I-2026 mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal.

OKAS juga terus menunjukkan kinerja keuangan yang tangguh, didukung oleh posisi terkemuka dalam manufaktur Amonium Nitrat dan penyediaan solusi peledakan, serta diperkuat oleh produksi aksesori peledak, bahan kimia lainnya, dan solusi logistik. "Secara keseluruhan, Ancora tetap berada pada posisi yang baik untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus terus mendukung kebutuhan strategis industri pertambangan dalam jangka panjang," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Senin (27/7).


 
OKAS Chart by TradingView

Lebih lanjut, sosok yang biasa dipanggil Ale ini menambahkan, OKAS tetap berada pada posisi yang kuat sebagai satu-satunya perusahaan bahan kimia dan bahan peledak pertambangan terintegrasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini didukung oleh rantai nilai terintegrasi dari hulu hingga hilir (end-to-end) yang mencakup manufaktur Amonium Nitrat, detonator, booster, layanan logistik, hingga jasa peledakan di lokasi tambang. Prospek pertumbuhan OKAS hingga akhir tahun 2026 dan seterusnya tetap positif, terutama dengan adanya rencana revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dapat mendukung peningkatan aktivitas pertambangan pada semester kedua tahun ini. OKAS juga melihat potensi yang besar dari berbagai proyek baru serta meningkatnya peluang ekspor Amonium Nitrat dan aksesori peledak di kawasan Asia Pasifik yang didukung oleh tren permintaan regional, serta kondisi rantai pasok yang semakin kondusif.

Baca Juga: Essa Industries (ESSA) Menunda Proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF), Ini Sebabnya Pada saat yang sama, OKAS terus melakukan diversifikasi basis pelanggan di luar sektor pertambangan, termasuk rencana pasokan untuk industri pertanian di masa mendatang.

OKAS juga terus memperkuat rantai nilai yang terintegrasi secara vertikal melalui rencana pengoperasian Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur yang ditargetkan akan beroperasi pada 2027. "Pabrik ini akan semakin memperkuat platform ekspor perusahaan sekaligus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan dan laba dalam jangka panjang," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News