Andalkan Skema Kemitraan, Agrinas Palma Mengembangkan Sawit di Papua Selatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pengembangan kawasan kelapa sawit di Papua Selatan menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan, energi, dan air nasional. Aspek sosial, lingkungan, serta kepentingan masyarakat adat harus mendapat perhatian. .

Maka, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mengadakan sosialisasi program kawasan swasembada pangan, energi dan air nasional kepada masyarakat Kampung Anggai, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani mengatakan pembangunan kebun kelapa sawit di Papua Selatan akan ditempatkan dalam kerangka kemitraan dengan masyarakat.


“Proses pengembangan program perlu dilakukan secara terbuka dengan menghormati adat dan hak masyarakat. Masukan warga akan menjadi bahan pertimbangan kami dalam menentukan langkah selanjutnya,” ujar Ghani, dalam keterangannya, Senin (7/9). 

Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Tambah Kapasitas Sodium Silikat 18.000 Ton per Tahun

Menurut Ghani, pelibatan masyarakat diarahkan pada penguatan penghidupan berkelanjutan, dukungan terhadap kesehatan dan pendidikan, serta perlindungan lingkungan. 

Untuk aspek lingkungan, Agrinas Palma akan memperhatikan tanah adat, hutan, sumber penghidupan, serta aspek sosial-budaya masyarakat. Pengembangan tersebut juga akan mengikuti persyaratan legalitas dan lingkungan. 

Sebagai badan usaha milik negara di bawah Danantara Indonesia, Agrinas Palma mendapat mandat mengembangkan perkebunan kelapa sawit terpadu.  

Pengembangan ini untuk meningkatkan kapasitas produksi sawit nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan kemitraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News