Aneka Tambang (ANTM) Cetak Rekor Pendapatan dan Laba Tertinggi pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menegaskan ketangguhan fundamental bisnisnya dengan membukukan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2025.

Di tengah tekanan global yang ditandai volatilitas harga komoditas, ketidakpastian makroekonomi, serta dinamika regulasi, ANTM mampu menjaga momentum pertumbuhan yang kuat didukung oleh eksekusi strategi yang terarah melalui optimalisasi portofolio komoditas dan peningkatan kinerja operasional, untuk memperkuat nilai tambah bisnis di tahun berjalan.

Capaian kinerja keuangan tertinggi dalam sejarah ANTM juga disertai dengan akselerasi investasi hilirisasi yang akan memberi fondasi kuat untuk pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.


Didukung oleh penguatan operasional dan pengelolaan biaya yang semakin efisien, ANTM berhasil mengakselerasi profitabilitas secara signifikan, dengan mencatatkan pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pencapaian ini tidak hanya memperkuat posisi ANTM sebagai pemain kunci di industri, melainkan juga memberikan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Baca Juga: Harga Saham Blue Chip Ini Memantul Usai Melemah 25%, Saatnya Beli / Jual?

ANTM mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22% year on year (yoy) menjadi Rp 84,64 triliun pada 2025 jika dibandingkan pendapatan pada periode 2024 sebesar Rp 69,19 triliun. Pasar domestik masih menjadi fondasi utama kinerja ANTM pada 2025, dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp 81,10 triliun atau sekitar 96% dari total pendapatan bersih 2025 sehingga mencerminkan kuatnya positioning ANTM dalam menangkap peluang pertumbuhan dari pasar dalam negeri.

Pada 2025, laba tahun berjalan ANTM tercatat sebesar Rp 7,92 triliun, meningkat signifikan 106% yoy dari capaian laba tahun berjalan tahun buku 2024 sebesar Rp 3,85 triliun. Selaras dengan pertumbuhan laba tahun berjalan, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) ANTM juga meningkat 56% yoy menjadi Rp 10,51 triliun pada 2025, dibandingkan EBITDA 2024 sebesar Rp 6,73 triliun.

Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi Pada Rabu (1/4/2026), Berikut Rekomendasi Saham dari Analis

"Capaian kinerja ANTM pada 2025 memperkuat posisi sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional," ungkap Direktur Utama Aneka Tambang Untung Budiharto dalam keterbukaan informasi, Selasa (31/3/2026) malam.

Pertumbuhan profitabilitas ANTM pada 2025 juga tercermin dari capaian laba kotor sebesar Rp 13,68 triliun atau meningkat signifikan 111% yoy dibandingkan capaian laba kotor pada 2024 sebesar Rp 6,50 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha ANTM pada 2025 turut mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dengan capaian sebesar Rp 8,40 triliun atau melonjak 180% yoy dari capaian 2024 sebesar Rp 3 triliun.

Pertumbuhan profitabilitas tersebut, juga didukung oleh penurunan beban keuangan ANTM pada 2025 sebesar 30% yoy menjadi Rp 167,10 miliar dibandingkan 2024 sebesar Rp 237,14 miliar.

Peningkatan kinerja ANTM mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar pada 2025 sebesar Rp 299,98 per saham dasar, atau melesat 98% yoy dari laba bersih per saham dasar 2024 sebesar Rp 151,77 per saham dasar.

Pada laporan posisi keuangan, ANTM membukukan kenaikan aset pada 2025 sebesar Rp 52,53 triliun atau meningkat 18% yoy dari capaian 2024 sebesar Rp 44,52 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan ekspansi operasional yang terukur, penguatan kas dari aktivitas usaha, serta kesinambungan investasi pada proyek-proyek strategis berbasis hilirisasi.

Selain itu, nilai ekuitas ANTM pada 2025 juga meningkat menjadi Rp 36,60 triliun, tumbuh 14% yoy dari nilai ekuitas pada 2024 sebesar Rp 32,20 triliun.

Pada posisi arus kas, ANTM mencatatkan capaian arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 5,62 triliun, meningkat 53% yoy dari periode 2024 sebesar Rp 3,68 triliun. Hasil ini menunjukkan efektivitas ANTM dalam menghasilkan arus kas positif dari kegiatan operasional utamanya.

Implementasi strategi operasional dan manajemen keuangan yang tepat, mendorong pertumbuhan posisi kas dan setara kas ANTM pada 2025 sebesar 77% yoy atau Rp 8,43 triliun, dari capaian 2024 sebesar Rp 4,75 triliun.

ANTM terus memperkuat penerapan operation excellence memastikan pencapaian target produksi dan penjualan. Kinerja operasional ANTM pada 2025 menunjukkan hasil yang optimal, didorong oleh kinerja produksi dan penjualan pada komoditas utama termasuk pencapaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade untuk bijih nikel, rekor sepanjang sejarah pada bauksit dan alumina, serta kinerja penjualan emas yang tetap solid seiring dengan kuatnya permintaan domestik.

Untung menjelaskan, kinerja operasional yang optimal menjadi kontributor utama dalam memperkuat kinerja keuangan ANTM, didukung dengan pengelolaan keuangan yang prudent dalam menjaga soliditas struktur neraca dan posisi keuangan.

"Hal ini tercermin pada capaian finansial yang solid yang didukung oleh kontribusi positif dari portofolio komoditas utama perusahaan," tambah dia.

Di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan dan tekanan inflasi, permintaan domestik terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai tetap terjaga kuat. ANTM secara proaktif mengarahkan strategi sourcing pada penguatan pasokan emas dari dalam negeri guna memperkuat daya saing perusahaan.

Kondisi tersebut menjaga kinerja penjualan emas ANTM tetap solid dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Pada 2025, segmen emas berkontribusi sekitar 79% terhadap pendapatan ANTM. Dalam hal ini, pendapatan segmen emas pada 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 15% yoy dengan nilai Rp 66,47 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp 57,56 triliun.

Melalui penguatan strategi pemasaran domestik yang diiringi dengan keberhasilan penyesuaian dan optimalisasi suplai dalam negeri, ANTM membukukan volume penjualan emas sebesar 37.365 kilogram (kg) (1.201.313 ons troi) pada 2025.

Segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) mencatatkan kontribusi sebesar 18% atau Rp 14,85 triliun terhadap total pendapatan pada 2025. Capaian positif kinerja segmen nikel ini meningkat secara signifikan sebesar 56% yoy dari Rp 9,50 triliun pada 2024 selaras dengan tingginya permintaan serta keunggulan kualitas produk bijih nikel ANTM untuk memenuhi permintaan di dalam negeri.

Sepanjang 2025, produksi bijih nikel ANTM mencapai sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt), meningkat 62% yoy dibandingkan capaian produksi pada 2024 sebesar 9,94 juta wmt. Dari sisi pemasaran, penjualan bijih nikel pada 2025 tercatat sebesar 14,58 juta wmt, tumbuh 75% yoy dibandingkan 2024 sebesar 8,35 juta wmt.

Didorong dengan meningkatnya permintaan domestik, tahun 2025 menandai kinerja produksi dan penjualan bijih nikel ANTM sebagai yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir sejak pemberlakuan larangan ekspor mineral.

Sementara untuk produk feronikel di tengah dinamika regulasi dalam negeri sepanjang 2025, ANTM menjaga stabilitas operasional dengan membukukan produksi sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 10.528 TNi.

Segmen bauksit dan alumina pada 2025 membukukan kontribusi sebesar 3% terhadap total pendapatan ANTM dengan nilai mencapai Rp 2,92 triliun. Pendapatan segmen bauksit dan alumina meningkat 62% yoy dibandingkan capaian pada 2024 sebesar Rp 1,80 triliun.

Melalui optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta meningkatnya serapan pasar domestik, pada 2025 ANTM membukukan capaian produksi dan penjualan bauksit tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Produksi bauksit pada 2025 tercatat sebesar 2,83 juta wmt, meningkat signifikan 112% yoy dibandingkan 2024 sebesar 1,33 juta wmt.

Sementara itu, penjualan bauksit pada 2025 mencapai 1,89 juta wmt, meningkat signifikan 157% yoy dibandingkan 2024 sebesar 736.188 wmt.

Dengan strategi ANTM dalam mengoptimalkan operasi Pabrik CGA perusahaan, produksi alumina berupa chemical grade alumina (CGA) pada 2025 mencapai 181.690 ton alumina, meningkat 23% yoy dibandingkan 2024 sebesar 147.826 ton alumina. Tak hanya itu, penjualan CGA mencapai 179.828 ton alumina, atau tumbuh 1% yoy dibandingkan 2024 sebesar 177.178 ton alumina.

Capaian pada 2025 tersebut menjadikan tingkat produksi dan penjualan CGA sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah ANTM.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News