KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kinerja positif pada semester I-2026 dengan mencetak laba periode berjalan senilai Rp 6,91 triliun, atau tumbuh 34% year on year (yoy) dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp 5,14 triliun. Di tengah dinamika industri dan pasar, ANTM terus memperkuat kualitas fundamental melalui perbaikan cash generation, disiplin pengelolaan modal kerja, serta posisi likuiditas yang tetap terjaga. Sejalan dengan peningkatan capaian laba periode berjalan, ANTM mencatatkan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada semester I-2026 sebesar Rp 9,62 triliun, meningkat 35% yoy dibandingkan EBITDA semester I-2025 senilai Rp 7,11 triliun.
Emas Jadi Penyumbang Terbesar
Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTM dengan proporsi 80% terhadap total penjualan ANTM pada semester I-2026. Penjualan emas tumbuh 1% yoy menjadi Rp 50,39 triliun, dari Rp 49,68 triliun pada semester I-2025. Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas pada semester I-2026 mencapai sebesar 18.080 kg (581.286 troy oz.). Sementara produksi emas dari tambang ANTM pada semester I-2026 sebesar 433 kg (13.921 troy oz). ANTM terus memperkuat pengelolaan persediaan emas secara disiplin dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, strategi pengadaan dan pricing, serta efisiensi penggunaan modal kerja. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan produk, perputaran persediaan, dan likuiditas perusahaan. Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah Setelah Bos The Fed Menegaskan Akan Fokus ke Inflasi ANTM juga terus menghadirkan produk Logam Mulia yang berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra strategis domestik. Kerja sama tersebut juga mendukung penguatan ekosistem industri emas nasional serta peningkatan pemanfaatan sumber bahan baku emas domestik. Sementara itu, segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 17% atau Rp 10,41 triliun terhadap total penjualan ANTM pada semester I-2026. Hasil ini meningkat 32% yoy dari Rp 7,87 triliun pada semester I-2025. ANTM memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel sepanjang semester I-2026 yang ditopang optimalisasi kegiatan penambangan dengan penjualan bijih nikel sepanjang semester I-2026 mencapai sebesar 6,77 juta wmt. Bersamaan dengan itu, ANTM memproduksi 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada semester I-2026 yang didukung keberlangsungan operasi dan ketersediaan bahan baku. Secara kumulatif, penjualan feronikel pada semester I-2026 tumbuh 32% yoy menjadi 7.605 TNi dibandingkan 5.763 TNi pada semester I-2025. Perkembangan penjualan feronikel tersebut menunjukkan efektivitas pemasaran dan pemenuhan permintaan pelanggan. Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp1,88 triliun, meningkat 28% yoy dibandingkan Rp 1,46 triliun pada semester I-2025. Produksi bauksit ANTM pada semester I-2026 mencapai 1,28 juta wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas, produktivitas tambang, dan permintaan domestik. Sepanjang semester I-2026, penjualan bauksit ANTM tumbuh 24% yoy menjadi 1,26 juta wmt dibandingkan 1,01 juta wmt pada semester I-2025. Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik Chemical Grade Alumina (CGA), produksi alumina ANTM pada semester I-2026 mencapai sebesar 100.257 ton alumina, meningkat 12% yoy dibandingkan capaian produksi alumina pada semester I-2025 sebesar 89.385 ton alumina. Penjualan alumina ANTM tercatat sebesar 100.437 ton alumina pada semester I-2026, meningkat 10% yoy dibandingkan penjualan alumina pada semester I-2025 sebesar 91.109 ton alumina. Baca Juga: Mengulik Strategi Investasi Miming Satyono, Founder Samuel Tumbuh Bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aneka Tambang Arini Kasmira menyampaikan, dengan kinerja profitabilitas yang tetap solid secara tahunan, fokus ANTM adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, ANTM terus memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan, cash conversion , serta alokasi modal secara prudent.ANTM Chart by TradingView