Aneka Tambang (ANTM) Optimistis Bisnis Emas dan Nikel Masih Prospektif di Tahun 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih optimistis terhadap dua komoditas andalannya, yakni nikel dan emas. 

Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Yulan Kustiyan mengatakan, pihaknya optimistis prospek bisnis nikel akan tetap positif, baik di akhir tahun ini maupun di tahun 2022 mendatang. Optimisme ini tercermin dari kinerja komoditas nikel ANTM hingga kuartal ketiga 2021.

Tahun ini, ANTM berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri dengan tetap mengedepankan aspek konservasi cadangan dan sumberdaya bijih nikel.


Sebagai gambaran, nikel menjadi salah satu penopang kinerja ANTM. Segmen feronikel mencatatkan penjualan sebesar Rp 4,34 triliun atau 16% dari total pendapatan bersih. Pendapatan dari segmen feronikel naik 33,03% dari realisasi di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,26 triliun.

Sedangkan segmen bijih nikel mencatatkan pendapatan senilai Rp 3,25 triliun atau 12% dari total pendapatan bersih ANTM. Pendapatan dari komoditas ini melejit 390,48% dari realisasi per akhir kuartal III-2020 yang hanya Rp 663,07 miliar.

Yulan juga meyakini prospek komoditas emas masih cukup menjanjikan. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 7.000 ke Rp 927.000 Per Gram pada Jumat (17/12)

“Di tengah kekhawatiran atas munculnya varian baru Covid-19, emas sebagai salah satu instrumen investasi yang bersifat safe haven akan kembali menjadi pilihan masyarakat,” terang Yulan kepada Kontan.co.id, Rabu (15/12).

ANTM optimistis, melalui inovasi sistem penjualan berbasis online serta variasi produk yang ditawarkan, akan memingkatkan nilai tambah produk-produk logam mulia.  ANTM juga berfokus untuk mengoptimalkan tingkat penjualan emas, seiring dengan pertumbuhan apresiasi masyrakat untuk berinvestasi produk Logam Mulia.

Adapun penjualan produk emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih Aneka Tambang per akhir September 2021, yakni sebesar Rp 17,67 triliun atau 67% dari total pendapatan. Pendapatan dari segmen emas naik 36,11% dari penjualan emas di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,98 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi