Aneka Tambang (ANTM) Raih Kinerja Keuangan Positif pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan hasil kinerja keuangan positif pada kuartal I-2026. Capaian ini diraih di tengah tantangan global yang masih berlangsung, seperti fluktuasi harga komoditas, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, dan perlambatan ekonomi global.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ANTM membukukan kenaikan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar 12,12% year on year (yoy) menjadi Rp 29,32 triliun pada kuartal I-2026. 

Segmen emas berkontribusi sekitar 81% terhadap total pendapatan ANTM pada kuartal I-2026. Pendapatan ANTM dari segmen ini tumbuh 11% yoy menjadi Rp 23,89 triliun.


Baca Juga: Wall Street Dibuka Bervariasi Selasa (28/4), Nasdaq Terseret Sentimen Negatif AI

Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas ANTM mencapai 8.464 kg (272.124 ons troi) pada kuartal I-2026.

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, ANTM menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri domestik.

Segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 15% dari total pendapatan ANTM, di mana pendapatan di segmen ini tumbuh 19% yoy menjadi Rp 4,47 triliun pada kuartal I-2026.

Produksi bijih nikel ANTM mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt) dengan volume penjualan sebesar 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik. Sementara itu, produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan mencapai 2.803 TNi pada kuartal I-2026. Seluruh penjualan feronikel terserap oleh pasar ekspor.

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total pendapataan ANTM dengan nilai Rp 879,14 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini tumbuh 24% yoy dari periode sebelumnya.

Produksi bauksit ANTM mencapai 628.785 wmt pada kuartal I-2026, sejalan dengan optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta peningkatan serapan pasar domestik. Volume penjualan tercatat sebesar 593.476 wmt pada kuartal I-2026, naik 9% yoy dari 544.750 wmt pada kuartal I-2025.

Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina) ANTM naik 13% yoy menjadi 49.566 ton pada kuartal I-2026. Pada saat yang sama, volume penjualan alumina ANTM juga tumbuh 11% yoy menjadi 49.072 ton pada kuartal I-2026.

Direktur Utama Aneka Tambang Untung Budiharto mengatakan, capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional.

"Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ungkap dia dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/4).

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, kinerja positif yang diraih ANTM pada kuartal I-2026 mencerminkan keberhasilan emiten tersebut dalam mendiversifikasikan bisnisnya ke tiga komoditas utama, yaitu emas, nikel, dan bauksit. 

"Kinerja ANTM tetap tumbuh di tengah normalisasi harga emas, namun masih ada nikel yang mampu menopang pendapatan," ujar dia, Selasa (28/4).

Ruang pertumbuhan kinerja ANTM selepas kuartal pertama jelas masih terbuka. Terlepas dari harga emas yang belum menyamai level tahun lalu, permintaan terhadap produk tersebut tetap tinggi. Ditambah lagi, ANTM juga diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas nikel dan meningkatnya kebutuhan bauksit maupun alumina seiring agenda hilirisasi.

Nafan juga mengingatkan pentingnya bagi ANTM untuk merealisasikan proyek-proyek hilirisasi mineral. Sebab, keberhasilan proyek hilirisasi akan mendatangkan manfaat bagi kinerja keuangan ANTM secara jangka panjang.

Dalam berita sebelumnya, ANTM mendapat tugas dari Holding BUMN Pertambangan (MIND ID) melalui konsorsium Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk melaksanakan proyek hilirisasi ekosistem baterai electric vehicle (EV) terintegrasi.  ANTM berperan di sektor hulu hingga antara melalui pengembangan smelter High Pressure Acid Lead (HPAL) yang memanfaatkan pasokan bijih nikel dari emiten tersebut.

"Hilirisasi diperlukan untuk mengintegrasikan ekosistem EV di Indonesia," imbuh Nafan.

Lantas, Nafan merekomendasikan add saham ANTM dengan target harga di level Rp 4.390 per saham.

Baca Juga: IHSG Turun 0,48% Jadi 7.072, Simak Proyeksinya Rabu (29/4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News