KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyatakan siap mendukung kebijakan ekspor satu pintu melalui pengawasan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Salah satu dari tiga komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis yang wajib ekspor melalui pengawasan DSI adalah ferro alloy (paduan besi). Corporate Secretary Aneka Tambang, Wisnu Danandi Haryanto mengungkapkan bahwa Antam memproduksi ferro alloy berupa feronikel (FeNi). Produk ini dihasilkan dari fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Antam di Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka, Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2026, volume produksi feronikel Antam ditargetkan mencapai sekitar 18.000 ton nikel dalam feronikel (tNi). Saat ini, mayoritas produk feronikel ANTAM dipasarkan untuk pasar ekspor. Tujuannya antara lain ke Tiongkok, Korea Selatan, dan India, serta ke beberapa negara di Eropa dalam volume yang lebih terbatas.
Aneka Tambang (ANTM) Siap Jalankan Ekspor Ferro Alloy Satu Pintu Melalui DSI
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyatakan siap mendukung kebijakan ekspor satu pintu melalui pengawasan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Salah satu dari tiga komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis yang wajib ekspor melalui pengawasan DSI adalah ferro alloy (paduan besi). Corporate Secretary Aneka Tambang, Wisnu Danandi Haryanto mengungkapkan bahwa Antam memproduksi ferro alloy berupa feronikel (FeNi). Produk ini dihasilkan dari fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Antam di Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka, Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2026, volume produksi feronikel Antam ditargetkan mencapai sekitar 18.000 ton nikel dalam feronikel (tNi). Saat ini, mayoritas produk feronikel ANTAM dipasarkan untuk pasar ekspor. Tujuannya antara lain ke Tiongkok, Korea Selatan, dan India, serta ke beberapa negara di Eropa dalam volume yang lebih terbatas.