Aneka Tambang (ANTM) Tebar Dividen Tunai Rp 5,05 Triliun, Begini Catatan Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 5,05 triliun yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (10/6/2026).

Nilai dividen tersebut mewakili 70% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ANTM sebesar Rp 7,21 triliun pada 2025. Selain untuk dividen, sebanyak Rp 2,16 triliun dari laba bersih tersebut bakal ditetapkan sebagai saldo laba ditahan.

Dari situ, nominal dividen per saham yang bakal diterima oleh pemegang saham ANTM adalah Rp 210 per saham. Mengacu pada harga penutupan pasar pada Rabu (10/6) di level Rp 2.750 per saham, maka yield dividen ANTM ada di kisaran 7,63%.


Baca Juga: Gelar RUPST, Aneka Tambang (ANTM) Putuskan Tebar Dividen Tunai Rp 5,05 Triliun

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial ANTM Handi Sutanto mengatakan, meski nominal dividen tunai ANTM meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, persentasi dividend payout ratio (DPR) mengalami penurunan dari 100% menjadi 70%.

Namun, hal itu dianggap bukan sebagai masalah, mengingat ANTM menyisihkan saldo laba ditahan untuk mendukung berbagai proyek pengembangan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan pada masa mendatang.

"Ada banyak sekali pengembangan usaha yang akan kami lakukan ke depan dan kami sedang membangun masa depan Antam lagi," ujar dia dalam konferensi pers usai RUPST, Rabu (10/6).

 
ANTM Chart by TradingView

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, meski terjadi penurunan DPR menjadi 70%, dividen tunai yang ditawarkan ANTM tetap menjanjikan bagi investor, khususnya bagi para pemburu dividen. Potensi yield dividen yang berkisar 7,63% juga menambah daya tarik di mata investor.

"Angka ini tergolong tinggi untuk saham blue-chip sektor pertambangan dan jauh berada di atas rata-rata imbal hasil deposito perbankan maupun obligasi pemerintah," ungkap dia, Rabu (10/6).

Nafan juga menyebut, langkah Manajemen ANTM yang menahan 30% laba bersih 2025 sebagai saldo laba ditahan sudah cukup tepat dan prudent.

Terlebih lagi, tujuan saldo laba ditahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan capital expenditure (capex) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap utang.

Baca Juga: Aneka Tambang (ANTM) Cetak Rekor Pendapatan dan Laba Tertinggi pada 2025

Keberadaan saldo laba ditahan juga untuk memberikan keseimbangan yang ideal antara apresiasi pemegang saham minoritas dan menjaga ruang pertumbuhan kinerja perusahaan. Nafan sendiri merekomendasikan wait and see saham ANTM.

Harga saham ANTM ditutup anjlok 4,51% ke level Rp 2.750 per saham. Pelemahan signifikan ini terjadi jelang penutupan perdagangan Rabu (10/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News