KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun di tahun ini. Penerbitan surat utang itu disebut menjadi yang pertama dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, rencana penerbitan obligasi daerah merupakan salah satu strategi Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga ruang fiskal di tengah berkurangnya alokasi dana dari pemerintah pusat. Langkah tersebut diambil setelah Transfer ke Daerah (TKD) yang diterima Provinsi DKI Jakarta dipangkas hingga mencapai Rp 15 triliun. "Dengan (anggaran) dipotong Rp 15 triliun tentu ada tekanan fiskal di Jakarta. Saya sekarang ini, tahun ini, pertama kali menerbitkan dan mungkin baru pertama kali ada di Republik ini yang namanya obligasi daerah. Obligasi Jakarta, kita terbitkan 3,5 triliun rupiah dan saya yakin peminatnya pasti banyak sekali. Karena apa? Karena kita semua akan menjual dengan senyum," kata Pramono di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026).
Anggaran Dipangkas, DKI Jakarta Bakal Terbitkan Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun di tahun ini. Penerbitan surat utang itu disebut menjadi yang pertama dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, rencana penerbitan obligasi daerah merupakan salah satu strategi Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga ruang fiskal di tengah berkurangnya alokasi dana dari pemerintah pusat. Langkah tersebut diambil setelah Transfer ke Daerah (TKD) yang diterima Provinsi DKI Jakarta dipangkas hingga mencapai Rp 15 triliun. "Dengan (anggaran) dipotong Rp 15 triliun tentu ada tekanan fiskal di Jakarta. Saya sekarang ini, tahun ini, pertama kali menerbitkan dan mungkin baru pertama kali ada di Republik ini yang namanya obligasi daerah. Obligasi Jakarta, kita terbitkan 3,5 triliun rupiah dan saya yakin peminatnya pasti banyak sekali. Karena apa? Karena kita semua akan menjual dengan senyum," kata Pramono di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026).
TAG: