KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapat pagu indikatif Rp114,6 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Angka tersebut turun 3,29% dibandingkan pagu periode sebelumnya sebesar Rp 118,5 triliun. Dengan pagu tersebut, Kementerian PU tetap akan menggarap sejumlah proyek infrastruktur pada 2027, mulai dari pembangunan bendungan, jaringan irigasi, jalan dan jembatan, hingga penyediaan air minum, sanitasi, persampahan, dan infrastruktur kawasan strategis. Dikutip Buku Nota Keuangan beserta RAPBN 2027, kebijakan sektor pekerjaan umum mencakup sumber daya air, penyelenggaraan jalan, sistem penyediaan air minum (SPAM), air limbah domestik, drainase lingkungan, persampahan, penataan bangunan gedung, serta pengembangan infrastruktur kawasan strategis nasional dan kawasan strategis nasional tertentu.
Baca Juga: Utang Luar Negeri BI Melonjak karena Asing Masuk SRBI, Cadev Tergerus Intervensi Kementerian PU juga mendapat mandat untuk menjalankan sejumlah kegiatan dalam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sebagai bagian dari konsolidasi kebijakan lintas sektor. “Pada tahun 2027, secara khusus memuat kebijakan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sebagai simpul konsolidasi kebijakan lintas sektor yang menyinergikan berbagai intervensi konkret untuk mendukung pencapaian dan penajaman sasaran pembangunan,” dikutip dari Buku Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun 2027, Kamis (20/8/2026). Melalui PKPN, kegiatan yang disiapkan meliputi pengembangan jaringan irigasi, jaringan air baku, SPAM, sistem pengelolaan persampahan, serta pembangunan jaringan irigasi dan jalan atau jembatan. Termasuk pula pengembangan kawasan pangan terintegrasi melalui Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Papua Selatan serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra. Pada sektor sumber daya air, Kementerian PU menargetkan pembangunan bendungan
on going sebanyak 14 unit secara kumulatif. Rehabilitasi jaringan irigasi ditargetkan mencapai 49.716 hektare, sedangkan pembangunan sarana dan prasarana air baku sebesar 0,8 meter kubik per detik. Pengendalian banjir dan pengamanan pantai ditargetkan sepanjang 84,5 kilometer. Di sektor konektivitas, preservasi dan pemeliharaan rutin jalan ditargetkan sepanjang 47.603 kilometer. Rehabilitasi dan rekonstruksi jalan mencapai 869,2 kilometer, sedangkan rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan mencapai 3.740,3 meter. Kementerian PU juga menargetkan pembangunan dan penggantian jembatan sepanjang 2.633,1 meter, pembangunan jalan bebas hambatan 12,3 kilometer, jalan nasional 200,4 kilometer, serta
flyover, underpass,dan terowongan sepanjang 473,9 meter. Pembangunan jembatan gantung ditargetkan sebanyak 118 unit. Sementara untuk layanan dasar, pembangunan dan peningkatan SPAM ditargetkan sebanyak delapan unit. Sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat ditargetkan satu unit, sedangkan pembangunan tangki septik individu atau komunal mencapai 11.250 unit.
Baca Juga: Pemerintah dan Banggar DPR Sepakati RUU P2 APBN 2025 Lanjut ke Tingkat Berikutnya Pembangunan sistem pengelolaan persampahan skala regional, kota, dan kawasan ditargetkan sebanyak 14 unit. Target 2027 tersebut melanjutkan sejumlah capaian pembangunan Kementerian PU pada 2025. Berdasarkan Buku Nota Keuangan, pembangunan air baku mencapai kapasitas 0,8 meter kubik per detik, rehabilitasi irigasi mencapai 169.355,1 hektare, pengendalian banjir 94,5 kilometer, dan pengamanan pantai 14,8 kilometer. Di sektor konektivitas, panjang jalan tol yang beroperasi mencapai 994 kilometer. Kondisi mantap jalan nasional tercatat 93,5%, jalan provinsi 66%, jalan kabupaten 51%, dan jalan kota 74%. Pembangunan SPAM regional mencapai kapasitas 1.250 liter per detik, sementara perluasan SPAM mencapai 7.971 sambungan rumah. Infrastruktur air minum berbasis masyarakat melalui Pamsimas mencapai 29.226 sambungan rumah. Dari sisi
outcome, waktu tempuh pada lintas utama jaringan jalan nasional turun menjadi 1,85 jam per 100 kilometer. Akses rumah tangga terhadap air minum aman meningkat menjadi 20,5%, sanitasi aman 10,3%, dan timbulan sampah terolah mencapai 21,1%. Pada 2026, Kementerian PU masih melanjutkan sejumlah proyek strategis, antara lain pembangunan bendungan, rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian banjir, penyediaan air baku, pembangunan Trans Papua, jalan perbatasan, infrastruktur IKN, serta sejumlah jalan bebas hambatan. Hingga semester I 2026, panjang jalan tol yang beroperasi secara kumulatif mencapai 1.040 kilometer. Waktu tempuh pada lintas utama jaringan jalan nasional tercatat 1,9 jam per 100 kilometer. Kondisi mantap jalan nasional masih sebesar 93,5%, sementara jalan provinsi 66%, jalan kabupaten 51%, dan jalan kota 74%. Sejumlah output strategis hingga semester I 2026 antara lain pembangunan dan rehabilitasi bangunan gedung negara sebanyak 12 unit, pembangunan satu unit Sekolah Rakyat, serta revitalisasi 152 unit sekolah keagamaan.
Baca Juga: Pemerintah dan Banggar DPR Sepakati RUU P2 APBN 2025 Lanjut ke Tingkat Berikutnya Pelaksanaan proyek masih menghadapi kendala, antara lain pembebasan lahan, perizinan dan perubahan desain, keterlambatan pengadaan material akibat gangguan rantai pasok, keterbatasan tenaga kerja, serta tumpang tindih pekerjaan dengan kementerian atau lembaga lain. Untuk 2027, Kementerian PU menargetkan waktu tempuh lintas utama jaringan jalan nasional turun menjadi 1,8 jam per 100 kilometer. Akses air minum aman ditargetkan mencapai 33,5%, sanitasi aman 10,9%, dan pengolahan sampah 24,5%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News