KONTAN.CO.ID - Pemerintah membuka peluang pemberian potongan tarif tol lebih besar pada periode mudik Lebaran 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menggodok skema diskon hingga 30% bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), meski keputusan final masih dalam tahap negosiasi. Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan besaran insentif masih dibahas intensif. Pemerintah mendorong agar potongan tarif setidaknya setara, bahkan lebih tinggi dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. “Kami upayakan bisa sampai 30%, tapi masih dalam proses finalisasi dengan BUJT,” ujar Dody di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Minimal Diskon 20% di Sejumlah Ruas Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian telah mengarah pada pemberian diskon minimal 20% di sejumlah ruas tol strategis. “Dari Kementerian PU sudah berkoordinasi untuk pengguna jalan darat, ada diskon 20% untuk tol di berbagai ruas jalan tol yang ada di Indonesia. Ini juga upaya untuk mengurangi biaya perjalanan masyarakat,” jelasnya. Kebijakan ini merupakan bagian dari paket pengendalian biaya transportasi darat sekaligus strategi mengurai kepadatan lalu lintas agar tidak menumpuk di tanggal puncak arus mudik dan balik.
Baca Juga: Penegakan Hukum Pasar Modal Digeber, OJK Periksa 32 Perkara Sebagai pembanding, pada Lebaran 2025 pemerintah menerapkan diskon 20% di sejumlah ruas strategis, termasuk Tol Trans Jawa rute Jakarta–Semarang saat arus mudik dan sebaliknya pada arus balik. Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Subakti Syukur sebelumnya menyebut kebijakan tersebut efektif membantu mendistribusikan lalu lintas dan mengurangi kepadatan ekstrem. Infrastruktur Dikebut Jelang Puncak Mudik Selain skema diskon tarif, Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur menjadi fokus utama. Perbaikan jalan tengah dikebut dengan target tidak ada kerusakan signifikan saat puncak mobilitas Lebaran. Sejumlah koridor utama seperti Jakarta–Surabaya dan Jakarta–Merak disebut dalam tahap perapian oleh BUJT. Proyeksi lonjakan kendaraan bahkan diperkirakan melampaui periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya. 198 Kilometer Tol Fungsional Gratis Di luar diskon tarif, pemerintah juga menyiapkan tambahan kapasitas melalui pengoperasian tol fungsional tanpa tarif sepanjang sekitar 198 kilometer. Berdasarkan informasi resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI (@bakom.ri), ruas gratis tersebut tersebar di koridor Trans Jawa dan Trans Sumatra. Enam ruas tol fungsional tanpa tarif meliputi: - Jakarta–Cikampek II Selatan (54,75 km) - Jogja–Bawen (4,85 km) - Jogja–Solo (11,48 km) - Probolinggo–Banyuwangi Tahap I (49,68 km) - Sigli–Banda Aceh Seksi I (23,9 km) - Palembang–Betung Seksi I & II (53,6 km)
Tonton: SBY: Jika Jakarta Diserang dari Udara, Kita Siap? Kombinasi diskon tarif dan pembukaan ruas fungsional ini diharapkan mampu menekan biaya perjalanan pemudik sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News