JAKARTA. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, instruksi pemotongan anggaran belanja instansi dan kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp 50,2 triliun pada tak lantas mengurangi stimulus pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini. Meski demikian, Josua melihat bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,3% pada tahun ini akan sangat sulit dicapai. "Kalau kita lihat pertumbuhan triwulan pertama yang lebih rendah dari perkiraan semua pihak, hitungan kami (pertumbuhan ekonomi) 5% saja juga sudah bagus," kata Josua saat dihubungi, Selasa (17/5).
Anggaran negara dipotong Rp 50 T, ini kata ekonom
JAKARTA. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, instruksi pemotongan anggaran belanja instansi dan kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp 50,2 triliun pada tak lantas mengurangi stimulus pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini. Meski demikian, Josua melihat bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,3% pada tahun ini akan sangat sulit dicapai. "Kalau kita lihat pertumbuhan triwulan pertama yang lebih rendah dari perkiraan semua pihak, hitungan kami (pertumbuhan ekonomi) 5% saja juga sudah bagus," kata Josua saat dihubungi, Selasa (17/5).